IFP sentuh Maumere, ciptakan pembelajaran interaktif di ruang kelas

2 days ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan program digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran Interactive Flat Panel (IFP) berhasil menciptakan pembelajaran yang lebih partisipatif dan kolaboratif di SMASK Bhaktyarsa Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam praktiknya, penggunaan Proportional-Integral-Derivative (PID)/IFP membantu guru menyampaikan materi secara lebih dinamis melalui tampilan multimedia, simulasi, serta integrasi bahan ajar digital.

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat kompetensi guru manfaatkan IFP di ruang kelas

“Kehadiran PID/IFP sangat membantu guru untuk terus berinovasi agar pembelajaran tidak monoton. Secara tidak langsung, ini juga mendorong peningkatan profesionalisme guru dalam memanfaatkan teknologi,” ujar Kepala SMASK Bhaktyarsa Sr. Marcelina Lidi dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan proses pembelajaran yang sebelumnya bergantung pada papan tulis konvensional kini berkembang menjadi pengalaman belajar yang lebih interaktif, dimana murid dapat terlibat langsung melalui diskusi, presentasi maupun praktik berbasis visual.

Guru mata pelajaran juga merasakan perubahan signifikan dalam proses pembelajaran.

Makrina Liliosa Elmi yang merupakan guru Pendidikan Kewarganegaraan menyampaikan dengan fitur layar sentuh dan kemudahan akses berbagai sumber belajar digital, penjelasan konsep materi menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami.

“Anak-anak sangat antusias menggunakan PID. Perangkat ini juga menambah referensi dan variasi metode mengajar saya sebagai guru,” katanya.

Antusiasme serupa ditunjukkan para murid. Materi yang disajikan melalui animasi, video, maupun latihan interaktif membuat suasana kelas terasa lebih hidup dan tidak monoton.

Baca juga: Prabowo rencana cek langsung aktivitas belajar sekolah-sekolah via IFP

Baca juga: Kemendikdasmen terima apresiasi, IFP lahirkan inovasi pembelajaran

Salah satu murid SMASK Bhaktyarsa, Venansius Juliano Gesiraja mengatakan penggunaan PID membuat pelajaran terasa lebih mudah dan menarik karena didukung berbagai konten visual.

“Menggunakan PID ini membuat materi lebih mudah dipahami karena banyak video pembelajaran yang membantu. Kami juga bisa mengerjakan lembar kerja peserta didik (LKPD) dengan lebih praktis,” ujarnya.

Pemanfaatan PID di SMASK Bhaktyarsa Maumere menjadi gambaran konkret bagaimana teknologi mampu memperkaya metode pembelajaran di kelas.

Dengan dukungan perangkat digital, interaksi antara guru dan murid semakin aktif, materi lebih mudah dieksplorasi, serta suasana belajar menjadi lebih hidup.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |