Medan (ANTARA) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengusulkan konsep pengampuan dalam penanganan kasus jantung bawaan pada anak sebagai upaya memperluas layanan hingga daerah tertinggal.
"Daerah tertinggal kan susah geografis. Karena itu, saya mengusulkan dalam presentasi konsep pengampuan," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dalam kegiatan Pediatric Cardiology Update (PCU) XIV di Medan, Sumatera Utara, Kamis.
Ia mengatakan konsep pengampuan dapat diterapkan di daerah yang belum memiliki konsultan jantung anak dengan melibatkan konsultan dari daerah lain sebagai upaya dalam memberikan pendampingan, termasuk melalui telemedisin.
"Sebetulnya kami sudah menerapkan konsep proctorship atau dokter terbang, yakni konsultan datang ke daerah tersebut," katanya.
Menurut dia, konsultan jantung anak dapat menggelar lokakarya untuk menyusun tata laksana penanganan kasus jantung anak di daerah.
Baca juga: IDAI bagikan kiat lindungi anak dari polusi udara selama libur sekolah
Setelah itu, konsultan mengumpulkan pasien anak dan menangani kasus tersebut hingga tuntas. Selanjutnya, konsultan meninggalkan daerah tersebut setelah berhasil mentransfer keahlian kepada dokter setempat.
Piprim mengatakan upaya tersebut merupakan pendekatan yang dilakukan IDAI untuk menjembatani keterbatasan jumlah konsultan jantung anak dengan kebutuhan layanan di berbagai daerah.
Ia mengatakan saat ini, terdapat sekitar 100 konsultan jantung anak di Indonesia, sedangkan kebutuhan ideal diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.
Untuk 34 cabang IDAI di Indonesia, masih terdapat 12 provinsi yang belum memiliki konsultan jantung anak.
"Untuk itu, sebagai jembatan, kami membuat konsep pengampuan agar terjadi pemerataan layanan, baik melalui telemedisin maupun dengan mendatangkan dokter terbang atau konsultan secara langsung ke daerah tersebut jika diperlukan," katanya.
Ia mengatakan pemenuhan kebutuhan konsultan jantung anak membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk upaya mendidik dokter yang telah bertugas di daerah agar dapat melanjutkan pendidikan menjadi konsultan jantung anak.
"Tentu mencetak dokter, apalagi konsultan jantung anak, membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Selain itu, dokter yang sudah bekerja di daerah dapat dididik menjadi konsultan jantung anak," katanya.
Baca juga: IDAI: PCU XIV di Medan perkuat pelayanan penanganan jantung pada anak
Baca juga: IDAI ingatkan orang tua jalin komunikasi dan cermati perilaku anak
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































