Ibu Pertiwi berlimpah cinta kepada anak-anaknya

2 weeks ago 9

Magelang (ANTARA) - Karya lukisan berjudul "Ibu Pertiwi" dengan takarir mengenai penghormatan visual bagi keteguhan, pengorbanan, dan cinta tanpa syarat dari Ibu Pertiwi, membalikkan narasi cinta tanah air yang lazim terdengar harus tertanam dalam diri setiap anak negeri.

Oleh perupanya, Umar Iswadi Gundul, lukisan 40x60 centimeter itu diklaim sebagai perenungan secara mendalam tentang tanah air. Dinamika kehidupan tanah air dihadirkan dalam imajinasi hasil sapuan bergejolak menggunakan warna-warna merah secara samar di atas warna putih terkesan hening di latar kanvas.

Secara gamblang, lukisan itu hendak mengajak publik membaca bahwa Ibu Pertiwi adalah "sosok" yang mencintai "anak-anak pertiwi". Ia bagaikan menantang anak-anaknya harus cerdas menanggapi cinta sang pemilik rahim.

Karya itu salah satu di antara 54 lukisan dipamerakan 35 pelukis. Pameran dengan tajuk "Rendezvous" (Janji Berjumpa) digelar para pelukis Kota dan Kabupaten Magelang yang tergabung dalam kelompok perupa bernama Gabungan Seniman Borobudur (Gasebo) di Gedung IKM Center Kota Magelang, selama 21 Juli-3 Agustus 2026.

Kegiatan yang juga dalam rangkaian peringatan 10 tahun Gasebo ini, juga ditandai dengan lokakarya melukis, sekaligus melukis on the spot diprakarsai mereka dengan peserta berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Secara rinci, pameran berlangsung di fasilitas milik pemerintah kota setempat tersebut, diikuti 19 peserta lokakarya dan 16 pelukis Gasebo.

Oleh ketua penyelenggara acara itu yang juga seniman Gasebo, Yustinus Agus Daryanto, setiap karya lukisan yang dipamerkan, termasuk "Ibu Pertiwi", diharapkan memberikan makna, inspirasi, dan pengalaman estetik penikmatnya.

Kurun waktu pameran, akhir Juli hingga memasuki awal Agustus tahun ini, semacam hendak menghadirkan janji berjumpa dengan bulan kemerdekaan Indonesia. Bulan kemerdekaan sebagai waktu penting untuk merayakan, sekaligus merefleksikan kemerdekaan Indonesia, dengan pemaknaan baru atas peristiwa persatuan dan kesatuan Indonesia, serta kebebasan dari situasi penjajahan.

Hari Kemerdekaan Indonesia jatuh setiap 17 Agustus. Melalui situsnya, Sekretariat Kabinet telah menyampaikan tema HUT RI pada 2026, "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Biasanya, saat menjelang atau awal Agustus, masyarakat di berbagai tempat menyambut bulan kemerdekaan itu dengan bergotong royong menghias wajah lingkungan tempat tinggal, menyusun panitia perayaan peringatan hari kemerdekaan. Tabungan atau iuran bersama oleh warga selama setahun terakhir, dibongkar untuk kemeriahan perayaan tersebut.

Di tataran rakyat, perayaan tersebut dikenal juga dengan sebutan Agustusan atau dalam masyarakat Jawa sebagai Pitulasan. Pitulasan menunjuk kepada angka 17 (pitulas), yang maksudnya peringatan 17 Agustus 1945. Pada tanggal itu di Pegangsaan Timur, Jakarta, Soekarno-Hatta, atas nama Bangsa Indonesia, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Dalam rangkaian peringatan hari kemerdekaan, biasanya masyarakat bersama-sama meluangkan waktu membersihkan kampung dan desa, mengibarkan bendera Merah Putih, memasang umbul-umbul dan instalasi seni kampung atau kompleks perumahan, serta lampu warna-warni.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |