Moskow (ANTARA) - Otoritas Penanggulangan Bencana Provinsi (PDMA) Pakistan mencatat tujuh orang, termasuk dua anak-anak, dilaporkan meninggal dunia dan 20 orang lainnya terluka akibat hujan muson di Provinsi Punjab.
Korban meninggal dunia dan luka-luka tersebut disebabkan oleh runtuhnya atap, tenggelam, dan tersengat listrik, menurut laporan surat kabar Dawn, Minggu.
Direktur Jenderal PDMA, Umar Abbas, mengatakan hujan muson terus melanda Punjab.
Pejabat senior di Departemen Irigasi Punjab, dalam laporan itu, menyebut sekitar 400 Km persegi lahan telah tergenang banjir.
Baca juga: 9 tewas akibat insiden terkait hujan honsun di Pakistan dalam 24 jam
Pejabat itu menambahkan genangan air akibat banjir itu seolah-olah membentuk sebuah laut pedalaman baru di provinsi tersebut, serta menggambarkan situasi itu sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya selama musim hujan dan kondisi menjadi sangat sulit.
Banjir tersebut menyebabkan kerusakan parah pada tanaman pangan, ternak, dan infrastruktur.
Sebelumnya, Kamis (23/7), Badan Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan menyatakan 72 orang tewas dan 187 orang terluka selama sebulan terakhir akibat banjir yang dipicu oleh hujan muson.
Provinsi Punjab, yang berada di sebelah timur, dan Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di sebelah utara menjadi wilayah terdampak paling parah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Banjir terjang Pakistan dan Afghanistan, sedikitnya 168 orang tewas
Baca juga: Dalam tiga pekan, 124 orang di Pakistan tewas akibat hujan monsun
Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































