Houthi Yaman ancam tutup Selat Bab al-Mandeb untuk dukung Iran

1 month ago 9

Moskow (ANTARA) - Gerakan Ansar Allah Yaman, dikenal sebagai Houthi, masih mempertimbangkan untuk memblokir Selat Bab al-Mandeb yang dapat membuat harga minyak melonjak tajam, kata Mohammed Mansour, deputi menteri informasi di pemerintahan Houthi.

"Ini masih harus diputuskan. Kami masih membahas rencana aksi bersama dengan saudara-saudara Iran kami. Hal terpenting adalah memperjelas kepada musuh-musuh kami bahwa kami tidak akan pernah menyerah," kata Mansour kepada portal berita Italia, InsideOver, Senin (30/3), menjawab tentang pemblokiran selat di lepas pantai Yaman.

Mansour menambahkan bahwa Eropa juga harus memahami bahwa jika mereka terus menjadi musuh Poros Perlawanan, maka pihaknya akan menaikkan harga minyak hingga 200 dolar AS (sekitar Rp3,4 juta) per barel dan mencekik perekonomian Eropa.

Selat Bab al-Mandeb merupakan jalur sempit strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Samudra Hindia. Terkait konflik Iran, wilayah tersebut menjadi penting karena berpotensi terganggu oleh kelompok sekutu Iran, sehingga mengancam jalur perdagangan dan distribusi minyak global.

Baca juga: Bessent: AS akan rebut kembali kendali atas Selat Hormuz

Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade tersebut juga berpengaruh terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Trump siap akhiri operasi Iran meski Selat Hormuz belum dibuka

Baca juga: Iran izinkan lagi 20 kapal Pakistan lintasi Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |