Hong Kong kecam keras pembatalan sepihak kerja sama dengan Panama

2 hours ago 3

Beijing (ANTARA) - Pemerintah Hong Kong, Selasa, mengecam pengambilalihan paksa dua pelabuhan yang dioperasikan perusahaan Hong Kong, CK Hutchison Holdings oleh otoritas Panama.

"Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong sangat tidak puas dan keberatan dengan pengambilalihan paksa oleh pemerintah Panama kemarin atas dua pelabuhan Panama yang dioperasikan oleh Hutchison Panama Ports dan pencabutan hak operasi perusahaan," bunyi pernyataan tersebut.

Hong Kong menegaskan akan membela kepentingan sah perusahaan-perusahaannya di luar negeri dan menyebut tindakan ini sebagai tindakan yang keterlaluan, seraya mendesak Panama untuk menghormati komitmen perjanjian, memastikan iklim bisnis yang adil bagi operator legal, dan melindungi hak-hak mereka.

Baca juga: Beijing yakin keabsahan perusahaan China di Terusan Panama

"Putusan Mahkamah Agung dan tindakan tidak masuk akal pemerintah Panama telah mencoreng reputasi negara dan sangat merusak aturan perdagangan internasional," kata pernyataan itu.

Sehari sebelumnya, pemerintah Panama menyatakan telah mengambil alih sementara kendali pelabuhan Balboa dan Cristobal di Terusan Panama setelah membatalkan kontrak dengan Panama Ports Company (PPC), cabang lokal dari Hutchison yang berbasis di Hong Kong.

Pembatalan kontrak tersebut dilakukan menyusul putusan Mahkamah Agung Panama pada akhir Januari yang mengatakan kontrak dengan PPC untuk pengembangan, pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaan terminal kontainer di pelabuhan Balboa dan Cristobal tidak konstitusional.

China mengutuk putusan tersebut dan menyebutnya tidak sah. Hutchison mengajukan gugatan terhadap Republik Panama.

Kontrak dengan PPC ditandatangani pada 1997 dan memberikan perusahaan tersebut kendali atas terminal maritim utama Panama selama 25 tahun.

Pada 2021, perjanjian tersebut diperpanjang hingga 2047 tanpa persetujuan dari badan pengawas. Menurut perkiraan auditor, kerugian yang diderita negara akibat ketentuan kontrak yang tidak menguntungkan tersebut melebihi 1,3 miliar dolar AS (sekitar Rp20,41 trilyun).

Sumber: Sputnik

Baca juga: China minta AS berhenti kaitkan pihaknya dengan isu Terusan Panama

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |