Honda mengalami kerugian untuk pertama kalinya sejak 1957

6 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Honda mencatat kerugian tahunan pertamanya sejak melantai di bursa saham pada 1957 setelah terdampak biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik (EV).

Dilansir dari Arena EV pada Jumat, dalam laporan tahun fiskal yang berakhir Maret lalu, Honda membukukan rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen atau sekitar Rp45,9 triliun. Padahal pada periode sebelumnya perusahaan masih mencatat laba sebesar 1,2 triliun yen atau setara Rp133 triliun.

Kerugian terkait bisnis kendaraan listrik Honda sepanjang tahun tersebut mencapai 1,45 triliun yen atau sekitar Rp160.8 triliun. Perusahaan juga memperkirakan masih akan mengeluarkan biaya tambahan sekitar 500 miliar yen atau Rp55 triliun untuk bisnis EV pada tahun fiskal berikutnya.

Meski demikian, Honda optimistis dapat kembali mencetak laba sebesar 500 miliar yen tahun ini melalui langkah efisiensi biaya serta kontribusi bisnis sepeda motor yang mencatat penjualan tertinggi.

CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaan kini membatalkan target penjualan kendaraan listrik sebagai penyumbang seperlima penjualan mobil baru pada 2030. Honda juga mundur dari target untuk sepenuhnya beralih ke penjualan kendaraan listrik dan fuel cell pada 2040.

Selain itu, Honda memutuskan menunda proyek kendaraan listrik di Kanada yang bernilai 9 miliar euro atau setara Rp183 triliun sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Proyek tersebut sebelumnya dirancang untuk memproduksi kendaraan listrik dan baterai secara lokal di Kanada.

Baca juga: Honda kucurkan Rp688,6 triliun untuk pengembangan hingga elektrifikasi

Baca juga: Honda terus alami penurunan penjualan

Baca juga: Honda umumkan harga resmi Prelude, dilego Rp974,9 juta

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |