Hoaks! Blackout di Sumatera terjadi karena serangan monyet

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa pemadaman listrik massal (blackout) di sejumlah wilayah Sumatera disebabkan oleh serangan kawanan monyet pada gardu induk dan jaringan kabel listrik utama.

Unggahan tersebut juga menampilkan foto beberapa monyet yang berada di kabel listrik untuk meyakinkan pembaca terkait penyebab gangguan listrik tersebut.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Inilah penyebab Pulau Sumatra Mati total sampai lumpuh.. mulai dari kota aceh,medan,padang pekanbaru sampai palembang”

Namun, benarkah pemadaman listrik di Sumatera disebabkan oleh serangan monyet?

Unggahan yang menarasikan blackout di Sumatera terjadi karena serangan monyet. Faktanya, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa blackout yang terjadi di Sumatera dipicu oleh cuaca buruk yang mengganggu sebagian sistem transmisi kelistrikan. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa pemadaman listrik massal di Sumatera disebabkan oleh serangan kawanan monyet.

Dilansir melalui ANTARA, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa blackout yang terjadi di Sumatera dipicu oleh cuaca buruk yang mengganggu sebagian sistem transmisi kelistrikan.

Direktur Utama PLN menjelaskan bahwa gangguan pada ruas transmisi menyebabkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit sehingga memicu efek domino di sejumlah wilayah di Sumatera.

Selain itu, foto monyet di jaringan kabel listrik yang digunakan dalam unggahan tersebut tidak berkaitan dengan peristiwa pemadaman listrik di Sumatera.

Dengan demikian, klaim yang menyebut pemadaman listrik massal di Sumatera terjadi karena serangan monyet merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

Klaim: Blackout Sumatera terjadi karena serangan monyet

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |