Hari Kebaya Nasional, perempuan diajak lestarikan warisan budaya

1 day ago 5

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T. Koentjoro mengajak seluruh organisasi perempuan dan komunitas budaya untuk memperkuat semangat bersama dalam menjaga kebaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

"Keberhasilan pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya perempuan Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai budaya. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya kebaya. Ini bukan hanya kegiatan satu organisasi, tetapi gerakan bersama seluruh perempuan Indonesia," kata Lana T. Koentjoro dalam rapat persiapan Hari Kebaya Nasional ke-3 di Jakarta, Selasa.

Menurut Lana T. Koentjoro, momentum tahunan tersebut tidak hanya menjadi perayaan penggunaan kebaya, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang melekat pada kebaya sebagai warisan bangsa.

Lana menjelaskan bahwa gerakan kebaya yang berkembang saat ini merupakan hasil perjalanan panjang berbagai organisasi perempuan dan komunitas budaya yang sejak awal berkomitmen menjaga keberadaan kebaya sebagai simbol budaya nasional.

"Perjuangan panjang Tim Nasional Kebaya Indonesia dalam melestarikan kebaya sebagai identitas budaya bangsa membuahkan hasil bersejarah," kata Lana.

Di bawah kepemimpinan Lana T. Koentjoro, pihaknya berhasil mewujudkan dua capaian penting, yakni penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 yang diperingati setiap 24 Juli, serta pengakuan Kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO pada 4 Desember 2024.

Ia pun berharap Hari Kebaya Nasional ke-3 dapat menjadi momentum yang memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya nasional sekaligus memperluas ruang partisipasi perempuan Indonesia dalam pelestarian budaya.

Rangkaian Hari Kebaya Nasional tahun ini akan mengangkat berbagai unsur budaya pendukung, seperti batik, wastra nusantara, sanggul, serta aksesori tradisional Indonesia.

"Padanannya sudah jelas, kebaya, batik, wastra nusantara, sanggul, aksesoris, dan berbagai karya budaya lainnya. Semua itu menjadi bagian yang ingin kita angkat bersama," ujar Lana T. Koentjoro.

Rangkaian kegiatan Hari Kebaya Nasional tahun ini akan dilaksanakan melalui konsep daring (online) dan luring (offline), dengan puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung di Hall Ballroom Senayan City, Jakarta, pada 24 Juli 2026.

Rapat persiapan Hari Kebaya Nasional turut dihadiri oleh Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto, Dewi Motik selaku Ketua Umum Kowani periode 2009 - 2014, Sinta Umar selaku Ketua Umum Komunitas Pertiwi, Miranti Sirad Ginanjar selaku Ketua I Komunitas Pertiwi, Pia Megananda selaku Ketua Umum KB Wirawati Catur Panca, dan Ana Mariana selaku Ibu Tenun Nasional.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |