Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan negara terus berupaya memperkuat pemberdayaan perempuan melalui arah kebijakan pembangunan nasional, salah satunya tercantum dalam Asta Cita ke-4 Presiden dan Wakil Presiden RI.
"Komitmen ini menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan. Oleh karena itu, upaya pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara sinergis oleh seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, akademisi, media, hingga komunitas," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, esensi semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus relevan dan memberi inspirasi bagi para perempuan Indonesia hingga saat ini.
"Lebih dari satu abad setelah R.A. Kartini menyuarakan gagasannya, kita telah melihat berbagai kemajuan. Perempuan tidak lagi semata-mata menjalankan peran domestik rumah tangga, tetapi juga telah melangkah dalam menunaikan fungsi publiknya. Negara telah memberikan ruang kepada perempuan secara luas dengan kebijakan afirmasi dan semangat antidiskriminasi. Sektor swasta pun memiliki spirit yang sama," ujar Arifah Fauzi.
Baca juga: Hari Kartini, Menteri Arifah: Banyak tantangan capai kesetaraan gender
Meski demikian, berbagai tantangan menuju kesetaraan gender masih terus terjadi.
Tantangan tersebut hadir dalam berbagai bentuk ketimpangan akses, partisipasi, kontrol dalam proses pelaksanaan pembangunan, serta manfaat yang diterima perempuan dari hasil pembangunan.
Arifah Fauzi mendorong agar seluruh pemangku kepentingan memastikan perempuan memiliki akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara dalam seluruh sektor pembangunan.
Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subyek berdaya yang mampu menentukan arah dan masa depan bangsa.
"Semangat R.A. Kartini hari ini tidak hanya tentang membuka akses, tetapi juga memastikan bahwa perempuan memiliki pilihan, memiliki suara, dan memiliki kendali atas hidupnya," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Ia pun mengajak semua pihak untuk terus memperkuat langkah bersama dalam memastikan setiap perempuan memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas dan responsif gender; menjamin setiap anak perempuan dapat mengakses dan menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan; serta membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan di berbagai sektor.
Baca juga: Hari Kartini, Menteri PPPA serukan kerja bersama berdayakan perempuan
Baca juga: KemenPPPA kawal implementasi UU PPRT dalam lindungi dan penuhi hak PRT
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































