Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menggelar halal bihalal sekaligus Refleksi Hari Lahir (Harlah) ke-66 yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan menyampaikan peran strategis masa depan organisasi.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti peran strategis Islam Indonesia di kancah global. Ia menilai karakter moderat yang dimiliki umat Islam Indonesia menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
“Indonesia memiliki posisi penting dalam peradaban global. Nilai-nilai Islam yang moderat harus terus dijaga dan disebarkan, dan alumni PMII punya peran besar di dalamnya,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Baca juga: Anggota DPR RI ajak kader PMII peduli terhadap kesehatan mental remaja
Menurut Nasaruddin, alumni PMII memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai keislaman yang inklusif sekaligus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, pemikiran, dan sosial keagamaan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menekankan bahwa PMII telah melahirkan banyak tokoh strategis di berbagai sektor, mulai dari politik, birokrasi hingga akademisi.
Menurutnya, kekuatan tersebut harus dikelola secara serius untuk menjawab tantangan bangsa, terutama dalam isu pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Cak Imin, sapaan akrabnya, juga mengingatkan pentingnya menjaga orientasi pengabdian dalam setiap posisi yang diemban kader PMII.
Jabatan, kata dia, bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“PMII harus terus naik kelas, tidak hanya kuat secara jaringan, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan rakyat,” kata Cak Imin.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menekankan pentingnya konsolidasi kekuatan organisasi dalam menjawab tantangan masa depan, terutama terkait isu strategis, seperti akses terhadap sumber daya dan keadilan agraria.
Nusron juga menggarisbawahi bahwa organisasi seperti PMII harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Ia mendorong alumni untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar mampu menghadirkan dampak yang lebih luas.
“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya kekuatan individu, tetapi kekuatan kolektif yang terorganisasi dengan baik. PMII harus menjadi bagian dari solusi bangsa,” katanya.
Baca juga: Usulan pilkada lewat DPRD, KOPRI PMII: Prinsip demokrasi harus dijaga
Baca juga: IKA PMII minta PBNU percepat muktamar selesaikan konflik
Dalam laporannya, Ketua Panitia Basnang Said menyampaikan agenda ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang memperkuat jejaring alumni sekaligus mempertegas arah gerakan ke depan.
Ia menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan sebelumnya, terutama selama Ramadhan, telah menunjukkan bahwa alumni PMII terus bergerak dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































