Ambon (ANTARA) - Guru Besar Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bidang Ilmu Kimia Bahan Alam, Prof Imanuel Berly Delvis Kapelle mengeksplorasi kandungan kimia tanaman lokal Maluku untuk dikembangkan menjadi obat-obatan modern dan produk herbal berbasis sumber daya alam daerah.
Prof Kapelle di Ambon, Kamis, mengatakan Maluku memiliki keanekaragaman hayati yang sangat potensial sebagai sumber senyawa bioaktif, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan farmasi nasional berbasis bahan alam lokal.
“Eksplorasi kimia bahan alam bukan hanya pendataan biodiversitas, tetapi merupakan fondasi strategis bagi inovasi obat modern dan produk herbal yang memiliki dasar ilmiah kuat,” kata dia setelah dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Pattimura.
Ia menjelaskan salah satu hasil riset yang telah dilakukan adalah pengembangan produk susu herbal berbahan dasar daun katang-katang. Berdasarkan hasil pemeriksaan nilai gizi, produk tersebut mengandung komponen nutrisi penting yang mendukung kebutuhan gizi harian.
Baca juga: BPOM: Indonesia baru miliki 71 produk Obat Herbal Terstandar
Baca juga: Mengenal jenis-jenis lavender & khasiat alaminya sebagai obat herbal
“Hasil analisis menunjukkan bahwa produk susu daun katang-katang mengandung energi, protein, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah yang terukur, serta mineral penting yang berkontribusi terhadap persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG),” ujarnya.
Selain nilai gizi, Kapelle mengungkapkan hasil pengujian aktivitas biologis menunjukkan daun katang-katang memiliki aktivitas antioksidan yang cukup signifikan. Aktivitas tersebut bekerja melalui mekanisme penghambatan radikal bebas, penurunan potensi oksidatif, serta penghambatan enzim oksidatif dengan dosis efektif sekitar 52 miligram per 200 gram bobot badan.
Tanaman Katang-katang atau biasa disebut kangkung laut ANTARA/Dedy Azis“Temuan ini memperkuat potensi daun katang-katang sebagai bahan baku produk herbal fungsional yang tidak hanya bernilai gizi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan,” katanya.
Menurut dia, riset kimia bahan alam yang dilakukan ini juga mencakup tanaman endemik Maluku lainnya, mulai dari rempah-rempah hingga tumbuhan pesisir, yang masing-masing menyimpan senyawa bioaktif dengan potensi farmakologis berbeda.
Baca juga: Memanfaatkan herbal rumahan untuk mengatasi flu
Baca juga: Bahan-bahan alami yang bisa bantu redakan gejala keracunan makanan
Ia menambahkan tantangan pengembangan obat berbasis bahan alam masih mencakup aspek regulasi, standardisasi bahan baku, serta keterbatasan jejaring industri. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri untuk mendorong hilirisasi hasil riset.
“Hilirisasi riset menjadi jembatan antara laboratorium dan kebutuhan nyata masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan,” ujar dia.
Ia berharap penguatan riset kimia bahan alam di Maluku dapat mendukung kemandirian obat nasional sekaligus menempatkan Maluku sebagai salah satu pusat pengembangan bahan baku obat dan produk herbal di Indonesia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































