Ternate (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melaporkan gunung tersebut pada Minggu pagi kembali erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.600 meter dari atas puncak gunung.
"Erupsi pukul 08.33 WIT dengan tinggi kolom abu teramati setinggi 1.600 meter di atas atas puncak," kata petugas PGA Bambang Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Ternate, Minggu.
Dia menjelaskan, ketinggian kolom abu Gunung Dukono itu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 166.67 detik," kata dia.
Dia mengatakan, saat ini status gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu berada pada Level II atau Waspada.
Baca juga: Gunung Dukono kembali erupsi lontarkan abu vulkanik 1.400 meter
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," harapnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono menyediakan masker, guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Sebelumnya, PGA Dukono juga melaporkan erupsi gunung itu masih terjadi pada Jumat malam dengan ketinggian abu vulkanik setinggi 3.000 meter di atas puncak gunung.
Erupsi Gunung Dukono ini dengan mengeluarkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo 14 mm dan durasi 158.21 detik.
Baca juga: Gunung Dukono di Maluku Utara masih semburkan abu vulkanik
Baca juga: Gunung Dukono kembali semburkan abu vulkanik
Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































