Gubernur Sulteng instruksikan pengecekan dampak gempa Parigi Moutong

4 hours ago 5

Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid telah menginstruksikan bupati Parigi Moutong untuk segera melakukan pengecekan dampak gempa bumi magnitudo 6,2 yang terjadi pada Sabtu (15/8) malam pukul 23.25 WIB.

“Saya sudah sampaikan tadi malam kepada Pak Bupati agar segera melakukan pengecekan kalau ada rumah yang rusak atau apa pun, segera kita ambil langkah penanganan,” kata Anwar Hafid di Palu, Minggu.

Ia mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan bupati Parigi Moutong untuk mengetahui kondisi wilayah tersebut setelah gempa.

Menurut dia, berdasarkan laporan sementara, belum terdapat informasi mengenai kerusakan maupun dampak lain akibat gempa tersebut.

“Untuk sementara belum ada laporan kerusakan atau apa pun di sana, tetapi ini masih terus kita pantau,” ujarnya.

Gubernur menegaskan pemantauan terhadap kondisi di Parigi Moutong terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mengambil langkah-langkah penanganan apabila ditemukan dampak gempa.

Baca juga: BPBD: Belum ada laporan kerusakan rumah di Parimo akibat gempa M6,2

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong juga sedang melakukan pendataan terhadap kerusakan dan dampak gempa di wilayah tersebut, serta kebutuhan mendesak.

Sementara itu, BPBD mencatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo 2,2 pada pukul 01.27 WITA.

Gempa magnitudo 6,2 tersebut berlokasi pada koordinat 0,25 derajat Lintang Utara dan 120,22 derajat Bujur Timur atau 74 kilometer barat daya Parigi Moutong. Berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,9 pada kedalaman 60 km.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,26° LU ; 120,25° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 71 km barat daya Parigi Moutong. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.

Baca juga: Gempa magnitudo 6,2 guncang Parigi Moutong

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault).

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |