Dudung: Pancasila bukan sekadar hafalan, harus hadir dalam perilaku

4 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan pengamalan Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafal lima sila, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

"Anak-anak muda jangan hanya diminta menghafal lima sila. Mereka harus memahami bagaimana Pancasila bekerja dalam kehidupan nyata," kata Dudung dalam pernyataan tertulis yang diterima, Minggu.

Menurut Dudung, penerapan Pancasila dalam kehidupan nyata dapat diwujudkan melalui sikap menghargai perbedaan, tidak mudah membenci orang lain, bermusyawarah ketika berbeda pendapat, membantu kelompok yang lemah, berlaku adil serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Dia menilai pengamalan nilai-nilai Pancasila juga harus menjadi bagian dari perilaku aparatur negara yang memiliki kewenangan langsung terhadap masyarakat.

Dudung mengatakan Pancasila harus tercermin dalam cara aparat menggunakan kewenangannya, yakni tegas tetapi tetap manusiawi, berani tetapi tidak sewenang-wenang serta menegakkan hukum dengan tetap menjunjung keadilan dan martabat manusia.

"Bagi aparat, Pancasila harus terlihat dalam cara menggunakan kewenangan," ujarnya.

Dia mencontohkan pengamalan Pancasila dapat terlihat ketika pejabat melayani rakyat dengan baik dan aparat menegakkan hukum secara adil.

"Pancasila jangan hanya berada di ruang kelas, di buku, di podium, atau dalam upacara. Pancasila harus hadir dalam perilaku," katanya.

Dudung menilai pengamalan Pancasila semakin penting di tengah keterbukaan informasi, perkembangan media sosial, dan perubahan cara berpikir generasi muda.

Menurutnya, masyarakat kini dapat berinteraksi dengan berbagai budaya, pemikiran, bahkan ideologi dari seluruh dunia melalui teknologi.

Keterbukaan tersebut, kata dia, tidak perlu ditakuti, tetapi harus diimbangi dengan identitas kebangsaan yang kuat agar masyarakat dapat mengambil hal-hal baik dari dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, Dudung menekankan pembinaan Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga atau ditujukan kepada pelajar dan generasi muda.

Pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI-Polri, media, dan seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab bersama dalam mengamalkan Pancasila.

Dia menegaskan Pancasila merupakan fondasi untuk menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman, bersama UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Kekuatan terbesar Indonesia adalah kemampuan kita menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dan fondasi untuk menjaga persatuan itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Baca juga: Dudung minta aparat negara perkuat pemahaman Pancasila

Baca juga: Dudung: Pancasila kian relevan hadapi tantangan era digital

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |