Basarnas berhasil tembus akses longsor & perluas cari korban gempa NTT

4 hours ago 6
Akses darat di wilayah Reo yang sebelumnya terputus akibat longsor kini sudah berhasil dibuka oleh tim

Jakarta (ANTARA) - Basarnas berhasil menembus akses jalan yang sempat tertimbun material longsor guna memperluas area pencarian dan pertolongan korban pada hari kedua pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Minggu, mengatakan pengerahan personel beserta alat utama (alut) SAR dilakukan secara masif sejak pukul 06.00 WITA dengan fokus operasi di wilayah Kota Mbay Nagekeo dan kawasan Reo Manggarai.

"Akses darat di wilayah Reo yang sebelumnya terputus akibat longsor kini sudah berhasil dibuka oleh tim," kata Edy Prakoso.

Menurut dia, terbukanya jalur tersebut memungkinkan tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur dari TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah (pemda) setempat, melakukan penyisiran dan evakuasi hingga menjangkau wilayah-wilayah terdampak yang sebelumnya terisolasi.

Baca juga: Operasi SAR difokuskan pada 2 kabupaten di Flores pascagempa Nagekeo

Selain itu terbukanya akses transportasi darat juga dinilai sangat krusial bagi percepatan distribusi bantuan medis maupun penjangkauan penyintas yang membutuhkan pertolongan darurat di kawasan pelosok.

Kantor SAR Maumere melaporkan berdasarkan pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 WITA, ada sebanyak 112 orang terdampak gempa dengan rincian 48 orang meninggal dunia serta 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.

Jumlah korban tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi berkembang seiring proses penyisiran yang terus berlangsung di lapangan bersama BPBD dan potensi SAR setempat.

"Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperoleh informasi dari sumber resmi dan berwenang," kata Edy Prakoso.

Baca juga: Data sementara, BNPB: 9.290 warga mengungsi akibat gempa NTT

Baca juga: Kemenkes targetkan RSUD terdampak gempa NTT pulih dalam sepekan

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |