Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak huni menjadi prioritas pertama dalam menurunkan angka kemiskinan, khususnya di Kabupaten Donggala.
“Kalau mau selesaikan kemiskinan, pertama perbaiki dulu rumahnya,” kata Anwar Hafid dalam keterangannya di Palu, Minggu.
Menurut dia, salah satu penghambat penurunan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah adalah masih banyak rumah tidak layak huni yang ditempati masyarakat.
Ia menyampaikan hal tersebut pada rapat kerja daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Donggala.
Baca juga: Pemkot Palembang perkuat program bedah rumah dengan bantuan stimulan
Gubernur mengatakan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tercatat 4.846 kepala keluarga di Kabupaten Donggala masuk kategori miskin ekstrem.
Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan verifikasi dan validasi data guna mengidentifikasi keluarga yang tinggal di RTLH sebagai dasar intervensi program pengentasan kemiskinan melalui bedah rumah.
Lebih lanjut, kata dia, Donggala akan dijadikan proyek percontohan bagi kabupaten lain dalam program transformasi RTLH menjadi rumah layak huni.
“Ini yang harus kita kerjakan pertama untuk menyelesaikan kemiskinan,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah konsisten menggunakan DTSEN sebagai acuan perencanaan pembangunan berbasis data agar program lebih efektif dan tepat sasaran.
Baca juga: Ketua DPD bantu 500 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Bengkulu
Melalui rapat kerja daerah ke kabupaten dengan membawa seluruh kepala perangkat daerah provinsi, Gubernur menegaskan komitmen pemerintah provinsi sebagai supporting system bagi pemerintah kabupaten.
Ia menekankan pentingnya penyelarasan program dan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar pembangunan berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran, khususnya dalam percepatan penurunan angka kemiskinan.
Sebagai wujud konkret dukungan tersebut, pemerintah provinsi juga menyerahkan bantuan pangan berupa 25 ton beras secara simbolis kepada Bupati Vera Laruni untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Baca juga: Bantu Pak Elat, Babinsa bersama warga Bengkayang mandiri perbaiki RTLH
Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































