Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, meminta seluruh pejabat dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menaruh atensi persoalan keamanan pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah.
"Ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita bersama saat ini, pertama terkait keamanan di titik-titik rawan, seperti pusat keramaian pasar, terminal, tempat ibadah dan lokasi kegiatan masyarakat malam hari," kata dia, usai memimpin apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026 di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Mataram, Senin.
Menurut dia, hal tersebut patut menjadi perhatian bersama karena bukan hanya Polri yang punya peran, pemerintah daerah juga bertanggung jawab dalam menciptakan keamanan di tengah masyarakat.
Ia pun berharap bulan Ramadhan ini dapat menjadi momentum mengeratkan tali kebersamaan agar situasi keamanan masyarakat tetap terjaga.
"Dan Alhamdulillah satu hal yang patut kita syukuri bahwa hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Nusa Tenggara Barat secara umum terpantau kondusif," ujarnya.
Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Polisi Mohammad Kholid, mewakili Kapolda NTB, Irjen Polisi Edy Murbowo, melalui siaran pers yang diterima di Mataram, Senin, menyampaikan bahwa apel siaga ini menjadi simbol kesiapan seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadhan.
"Apel ini adalah wujud sinergisitas antara Polri, TNI dan Pemerintah Provinsi NTB dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan Ramadhan," katanya.
Menurut dia, kehadiran seluruh unsur Forkopimda dan instansi terkait menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat penegak hukum saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen.
Melalui apel siaga ini, diharapkan komitmen bersama dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadhan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































