Banjarmasin (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin memperkuat sinergisitas lintas daerah di enam kabupaten di provinsi itu untuk mempercepat penanganan banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan sekitarnya.
Gubernur Muhidin di Banjarmasin, Kamis, mengatakan langkah tersebut melibatkan enam kabupaten di kawasan Banua Anam, yakni Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tabalong, dan Tapin, yang memiliki keterkaitan sistem sungai dan daerah aliran air.
Baca juga: 926 sekolah di Kalsel rusak akibat banjir masuk prioritas revitalisasi
Muhidin memimpin langsung rapat koordinasi pengendalian banjir di HSU pada Rabu (11/2), menyusul genangan yang masih terjadi di sejumlah wilayah dan sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir.
“Hasil rapat koordinasi yang kami laksanakan harus segera ditindaklanjuti dengan rencana aksi yang jelas dan terjadwal di lapangan agar penanganan tidak bersifat reaktif pada setiap musim hujan,” ucapnya.
Menurut dia, banjir di HSU dan sekitarnya dipicu akumulasi aliran air dari wilayah hulu, seperti Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Tengah dengan curah hujan relatif merata di kawasan pedalaman.
Ia menjelaskan kondisi hidrologi tersebut menyebabkan debit air menumpuk di HSU, karena sistem sungai di kawasan Banua Anam saling terhubung dan bermuara pada titik yang sama.
“Penanganan banjir tidak dapat dilakukan satu kabupaten saja, melainkan memerlukan kolaborasi lintas daerah serta dukungan pemerintah provinsi agar solusi yang ditempuh bersifat menyeluruh,” kata Muhidin.
Baca juga: Dinkes Kalsel beri pelayanan kesehatan masyarakat terdampak banjir
Baca juga: Disdikbud Kalsel catat 20 sekolah negeri terdampak banjir
Sekretaris Daerah HSU Adi Lesmana mengatakan pemerintah kabupaten setempat telah melakukan berbagai upaya dalam beberapa tahun terakhir, namun kapasitas fiskal daerah masih terbatas, sehingga membutuhkan dukungan provinsi dan kabupaten lain.
Ia menyampaikan sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, banjir masih merendam sejumlah daerah di kawasan itu.
“Rapat lanjutan segera digelar untuk mematangkan pembagian peran, prioritas pekerjaan, serta skema pembiayaan agar pengendalian banjir di kawasan Banua Anam berjalan terpadu dan berkelanjutan,” ujar Adi.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































