Jakarta (ANTARA) - Google dan YouTube mendorong dalam membantu orang tua mendampingi anak membangun kebiasaan digital yang aman dan bertanggung jawab melalui perkembangan fitur-fitur yang dihadirkan.
Product Marketing Manager, Brand & Reputation, Google Indonesia, Dora Songco mengatakan pilar penting di YouTube dan Google bahwa merancang platform yang membantu pengguna menemukan berbagai hal baru, berupaya memastikan yang ditemukan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga aman untuk diakses oleh anak-anak dan remaja.
“Prinsip kami melindungi anak dan remaja di dunia digital, bukan membatasi mereka dari dunia digital. Karena enggak bisa kita pungkiri, perkembangan zaman yang luar biasa. Tapi gimana caranya supaya kita bisa tetap ada dan mengawasi mereka dari dunia digital yang mereka ada di dalamnya,” kata Dora, dalam acara “#AKSIDigital: Ruang Tumbuh Keluarga Indonesia” di Jakarta, pada Kamis.
Baca juga: YouTube patuhi arahan Kemkomdigi, batasi pengguna di bawah 16 tahun
Dalam hal ini, internet telah menjadi bagian dari keseharian anak untuk belajar, bermain, berkreasi, dan mengeksplorasi dunia. Google dan YouTube terus memperkuat melalui berbagai fitur keamanan bawaan, kontrol keluarga, serta sumber daya edukasi yang dirancang berdasarkan masukan dari pakar perkembangan anak dan pendidik, berupaya membantu keluarga menciptakan pengalaman digital anak.
Dora juga menambahkan Google dan YouTube percaya bahwa membangun pengalaman digital yang sehat membutuhkan kolaborasi antara teknologi, pemerintah, orang tua, pakar, dan komunitas.
“Karena itu, kami terus mengembangkan fitur, perlindungan, dan sumber daya yang membantu keluarga mendampingi anak dalam menjelajahi dunia digital secara aman dan bertanggung jawab,” ujar dia.
Baca juga: YouTube hadirkan fitur perlindungan anak untuk dukung PP Tunas
Adapun berbagai fitur dirancang untuk memberikan pengalaman yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak, sekaligus membantu orang tua membangun percakapan dan kebiasaan digital yang sehat di rumah.
Salah satunya Shorts Timer, yakni fitur ini yang memungkinkan orang tua mengatur durasi waktu anak-anak mereka saat menonton atau scrolling YouTube Shorts, bahkan bisa diatur hingga nol menit untuk menonaktifkan tayangan Shorts sepenuhnya.
Kemudian, fitur Take a Break Reminder dan Bedtime Reminder membantu orang tua mengelola waktu menonton anak dengan lebih baik melalui pengingat untuk beristirahat dan menghentikan aktivitas menonton menjelang waktu tidur.
Baca juga: Pemanggilan Meta & Google bukti Indonesia serius tegakkan PP Tunas
Orang tua dapat memilih tingkat pengalaman konten yang sesuai bagi anak, serta memblokir video atau kanal tertentu yang dinilai kurang sesuai.
Selain itu, juga terdapat pendampingan aktif melalui Family Center, di mana fitur itu membantu orang tua memantau dan memahami aktivitas digital anak melalui fitur pengawasan yang dirancang untuk mendukung komunikasi dan pendampingan yang lebih aktif dan dua arah.
Google dan YouTube juga terus mendukung akses terhadap konten edukatif berkualitas yang membantu anak belajar dan mengeksplorasi minat mereka. Melalui inisiatif seperti Akademi Edukreator, YouTube mendukung para guru-kreator dalam membangun kurikulum digital yang aman dan inklusif.
Baca juga: Pemerhati: Australia ikuti Indonesia panggil platform global tak taat
Baca juga: Menko PMK minta Google ikut wujudkan keamanan berinternet di Indonesia
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































