Kutai Kartanegara (ANTARA) - Menyantap sarapan seraya menikmati suguhan sunrise di lengkungan lautan, diiringi deru ombak yang menenangkan, dan dipersyahdu kicauan burung yang bertengger di dahan pinus, adalah pagi paling indah saat terbangun dari tenda bersama keluarga tercinta di Pantai Ambalat, Desa Ambarawang Laut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Di penghujung sore hari, jangan lupa juga menjemput hari gelap dengan menikmati pesona sunset yang sayang jika tak diabadikan dengan kamera ponsel bersama orang-orang terkasih.
Berlanjut malam di Ambalat menghadirkan interaksi antara manusia dan alam. Kepiting pasir serta kelomang dengan ragam cangkang tak segan keluar, mengitari sisi pantai. Kehadiran mereka bukan sekadar fenomena alam, melainkan sebuah orkestra penyambutan alami yang membuat suasana pantai terasa lebih hidup dan akrab.
"Tempatnya asyik, suasananya romantis, dan kebetulan saya berkemah bareng istri," ungkap Indra Shanum, salah seorang pengunjung asal Samarinda.
Sambil menyeruput kopi susu di muka tenda, Indra bersama istri hanya fokus menikmati keindahan Pantai Ambalat dengan berkemah mewah atau disebut glamorous camping (glamping).
Glamping memang menyuguhkan romansa alam yang santun dan bersih. Pelancong bisa menatap kesyahduan alam dari balik tirai tenda tebal sambil merebahkan diri di kasur empuk, bahkan menikmati heningnya malam tanpa perlu merisaukan dinginnya tanah atau rumitnya simpul-simpul tali, seolah-olah alam telah dijinakkan demi kenyamanan tubuh yang ingin dimanjakan.
Jika ingin menikmatinya bersama orang-orang tersayang, ada enam titik lokasi penginapan yang beroperasi di kawasan Pantai Ambalat. Setiap lokasi menawarkan variasi cottage serta fasilitas glamping yang berbeda-beda, menyasar segmen pasar yang beragam, mulai dari keluarga hingga rombongan komunitas.
Dengan glamping, para pengunjung fokus menikmati suasana Pantai Ambalat bersama keluarga. ANTARA/HO-Liko Resort Ambalat.Lokasi Pantai Ambalat bisa ditempuh sekitar satu jam berkendara dari Kota Balikpapan atau dua jam dari Ibu Kota Kalimantan Timur, Samarinda.
Rombongan Otorita IKN tercatat sempat mengunjungi pantai ini, sebuah sinyal bahwa Ambalat masuk dalam radar pengembangan kawasan penyangga ibu kota baru itu
Baca juga: Pulau Maratua akan dikembangkan menjadi destinasi wisata premium
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































