Jakarta (ANTARA) - Sutradara Joko Anwar menjadikan film horor komedi barunya yang berjudul "Ghost in the Cell" sebagai ajang untuk memamerkan talenta kreatif, memperlihatkan kemampuan para pekerja kreatif kepada masyarakat.
Pada acara pemutaran film di Jakarta, Kamis, dia menyampaikan bahwa pemeran film "Ghost in the Cell" datang dari berbagai profesi.
"Tidak hanya murni aktor, tapi ada sinematografer, penari dan pembaca tarot, pelatih akting, komedian, dan ada banyak lagi," kata Joko.
Dalam hal ini, dia antara lain merujuk pada sinematografer Jaisal Tanjung, penari dan pembaca tarot Magistus Miftah, pelatih akting Faiz Vishal, serta komedian Aming, Tora Sudiro, dan Danang Suryonegoro.
Baca juga: Joko Anwar libatkan enam ilustrator dalam penggarapan "Ghost in the Cell"
Penggarapan film "Ghost in the Cell" juga melibatkan enam ilustrator berbakat Indonesia yang pernah bekerja untuk studio besar seperti DC dan Marvel.
"Jadi, setiap kematian itu didesain oleh satu orang ilustrator. Dan mereka adalah ilustrator-ilustrator yang sudah banyak bekerja di luar negeri, tapi namanya mungkin sebagian kecil aja yang tahu," kata Joko.
"Mereka kita tampilkan di sini karena kita kepingin 'Ghost in the Cell' bisa menjadi showcase untuk semua orang-orang yang bertalenta di Indonesia," ia menambahkan.
Film "Ghost in the Cell" akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 16 April 2025.
Baca juga: Joko Anwar tuangkan kritik sosial dalam film "Ghost in the Cell"
Baca juga: Film "Ghost in the Cell" dapat sambutan antusias di Berlinale 2026
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































