Gerakan nasional "Indonesia asri" dan tren wisata dunia

6 days ago 8

Jakarta (ANTARA) - Pariwisata Indonesia berada di persimpangan penting ketika dunia memasuki tahun 2026. Laporan terbaru Kementerian Pariwisata menyoroti tren global yang akan mengubah cara wisata dikemas dan dinikmati. Momentum ini membuka peluang besar bagi objek wisata lokal untuk bangkit lebih kuat.

Dengan target 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara serta isu global green and quality tourism, Indonesia terus berbenah. Jalur penerbangan baru dibuka, pelayanan ditingkatkan, dan sumber daya manusia pariwisata dipersiapkan agar kunjungan wisata tidak hanya terpusat pada lima tujuan wisata super prioritas, yaitu Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, Likupang, dan Mandalika. Fokus berlebihan pada lima tujuan wisata tersebut berisiko menimbulkan kejenuhan, padahal Indonesia memiliki potensi jauh lebih kaya dan beragam.

Momentum ini menuntut strategi masif dan berkelanjutan untuk mengubah citra pariwisata Indonesia dari pariwisata massal menjadi pariwisata berkualitas berbasis pengalaman mendalam. Wisatawan kini mencari interaksi autentik, aksesibilitas yang baik, serta pengalaman berkesan yang membuat mereka tinggal lebih lama di suatu daerah.

Salah satu langkah penting adalah mewujudkan Gerakan Nasional “Indonesia Asri”, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas bersama kepala daerah dan Forkopimda. Gerakan ini sejalan dengan tren wisata dunia yang menekankan keamanan, kenyamanan, kesehatan, kebersihan lingkungan, udara segar, dan keindahan alam.

Kini, ada lima tren wisata dunia pada 2026. Pertama, cultural immersion and experience-based tourism atau wisata berbasis pengalaman dan keterlibatan budaya. Di sini, wisatawan ingin mencari pengalaman mendalam soal budaya lokal, seni tradisi, kuliner, dan cerita masyarakat. Mereka ingin berbaur, tinggal di pedesaan, dan merasakan kehidupan sehari-hari yang autentik. Untuk itu dibutuhkan suasana yang aman, sehat, bersih serta alam yang indah dan asri.

Kedua, eco-friendly and sustainable tourism atau wisata ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kesadaran terhadap lingkungan, wisata ramah alam, konservasi, edukasi dan pariwisata hijau menjadi pilihan utama.

Wisatawan akan mencari objek wisata yang natural, belum tercemar, dan mereka akan menjadi bagian dari pihak yang menjaga kelestarian kawasan tersebut.

Ketiga, nature and adventure-based tourism, yakni wisata alam berbasis petualangan. Aktivitas petualangan, seperti mendaki, surfing, diving, rafting, hingga parasailing menjadi daya tarik utama, terutama bagi generasi muda. Faktor keamanan menjadi syarat mutlak.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |