Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan sebuah gerakan bersih sampah mulai dari lingkup terkecil sebagai salah satu upaya dan tindak lanjut untuk menumbuhkan kembali kesadaran lingkungan dan penataan pengelolaan sampah.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Rabu, menginiasi gerakan itu sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto untuk menciptakan Indonesia bersih dari sampah dan nol sampah pada tahun 2029.
"Saya ulangi. Sampah, sampah, sampah. Bapak Presiden sangat komitmen (tentang sampah). Jadi sampah harus segera dieksekusi," katanya, saat memberikan arahan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkup Pemprov Jateng.
Dalam praktiknya, kata dia, gerakan tersebut ada yang sifatnya rutinitas dan ada yang gradualitas. Rutinitas tersebut dapat berupa gerakan bersih-bersih sampah di lingkungan atau kantor masing-masing, misalnya dua hari dalam sepekan.
Sedangkan yang bersifat gradualitas, pihaknya akan menggandeng seluruh instansi vertikal dan horisontal yang ada di Jateng untuk melakukan kegiatan bersih-bersih bersama di titik yang banyak sampah.
Baca juga: Wagub Sumut canangkan Gerakan Indonesia ASRI
Gerakan tersebut harus masif dan berkelanjutan dilakukan sampai tingkat kabupaten/kota.
"Kami ajak polda, kejaksaan, kodam, dan seluruh instansi. Kita turun bersama cari sampah. Bisa seminggu sekali, sehingga getaran efeknya dirasakan untuk kita dan sekaligus mendidik masyarakat untuk bersih-bersih dari sampah," katanya.
Menurut dia, sejumlah kabupaten/kota di Jateng juga sudah banyak yang melakukan inovasi dalam pengelolaan sampahnya, misalnya wilayah Pekalongan Raya sudah menyiapkan tempat di Kabupaten Pekalongan untuk membuat tempat pengolahan sampah terpadu regional.
Selanjutnya ada juga di Kabupaten Tegal yang juga meliputi Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Solo Raya juga, kata dia, sedang mengupayakan untuk mencari tempat, lalu Semarang Raya sudah mulai membahas pengolahan sampah regional.
Baca juga: Gerakan Indonesia Asri senafas dengan program ekoteologi Kemenag
Pengolahan sampah terpadu regional tersebut untuk pengolahan di atas 1000 ton per hari, sedangkan untuk yang tidak bisa membuat tempat pengolahan regional dapat menggunakan model RDF yang hanya membutuhkan 100-200 ton per hari.
"Ini harus cepat karena persoalan sampah sudah menjadi proyek vital nasional," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng Widi Hartanto mengatakan gerakan bersih sampah yang disampaikan Ahmad Luthfi tersebut saat ini sedang disiapkan.
Gerakan tersebut merupakan dukungan dan implementasi yang dilakukan Provinsi Jateng terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang digagas oleh pemerintah pusat.
"Terkait tempat pengolahan sampah, koordinasi dengan kabupaten/kota masih terus dilakukan. Ini adalah momentum untuk akselerasi pengelolaan sampah," katanya.
Baca juga: Gerakan Indonesia ASRI, TNI-Polri bersihkan sungai hingga pusat wisata
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































