Gelar "Sunshine Double" jadi bekal Sinner ke tanah liat Monte-Carlo

7 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Gelar "Sunshine Double" menjadi bekal bagi petenis Italia Jannik Sinner yang tengah mempersiapkan diri untuk tampil pada turnamen tanah liat Monte-Carlo Masters pekan depan.

Setelah kekalahannya di perempat final melawan Jakub Mensik di Doha, Sinner tiba di Indian Wells lebih awal dan dengan cepat beradaptasi dengan kondisi panas, kemudian menyelesaikan "Sunshine Double" -- meraih gelar ATP Masters 1000 di Indian Wells dan Miami -- tanpa kehilangan satu set pun.

"Kami melakukan banyak persiapan di Indian Wells, dan tentu saja persiapan itu terus berlanjut," kata Sinner, dikutip dari ATP, Minggu.

"Permukaannya berbeda, kita semua tahu bahwa bermain di lapangan tanah liat sedikit lebih menguras fisik, tetapi tahun lalu saya bermain tenis dengan baik di permukaan ini, jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi tahun ini."

Menjelang turnamen Masters 1000 lapangan tanah liat pertama musim ini di Monako, petenis peringkat dua dunia itu ditanya apakah persiapan itu juga akan diterapkan di lapangan yang baru.

"Saya merasa itu sangat membantu saya di Indian Wells untuk melewati sesi yang sangat panjang di bawah terik matahari. Saya juga tidak kesulitan di US Open dalam hal itu, tetapi lebih banyak pertanyaan akan terjawab di permukaan ini karena pertandingan mungkin akan sedikit lebih lama," ujar Sinner.

Baca juga: Pegula satu langkah lagi untuk pertahankan gelar Charleston Open

"Secara pribadi saya suka bermain di lapangan tanah liat. Ini bukan permukaan favorit saya, tetapi saya percaya bahwa saya juga dapat bermain tenis dengan baik."

Setelah kalah dari rivalnya, Carlos Alcaraz, di final US Open tahun lalu, Sinner harus merelakan posisi No.1 di peringkat ATP kepada petenis Spanyol tersebut.

Namun, dengan menjadi pria kedelapan dalam sejarah yang menyelesaikan "Sunshine Double," Sinner menempatkan dirinya pada posisi untuk kembali ke puncak setelah berakhirnya turnamen Monte-Carlo.

Jika Sinner mampu memenangi gelar Monte-Carlo Masters, ia akan kembali ke peringkat No.1 terlepas dari hasil Alcaraz di Monako.

Sinner adalah semifinalis dua kali di Monako, sementara Alcaraz datang sebagai juara bertahan setelah mengangkat trofi tahun lalu.

Dalam penampilan pertamanya di lapangan tanah liat sejak kalah dari Alcaraz di final Roland Garros pada Juni lalu, Sinner akan memulai perjalanannya di Monte-Carlo melawan petenis wild card berusia 17 tahun, Moise Kouame, atau Ugo Humbert.

Turnamen Masters 1000 lapangan tanah liat itu berlangsung pada 5–12 April.

Baca juga: Marco Trungelliti petenis ranking 100 teratas tertua dalam 50 tahun

Baca juga: Iga Swiatek rekrut mantan pelatih Nadal, Francisco Roig

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |