LAMPUNG TIMUR – Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kementerian Kehutanan, menyampaikan duka mendalam atas kematian Gajah Indra, seekor gajah jinak jantan yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dalam upaya konservasi Gajah Sumatera di Lampung.
Gajah Indra mati pada Senin (22/6/2026) pukul 11.06 WIB dalam usia 42 tahun setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan yang berlangsung cukup lama.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi, mengatakan kepergian Gajah Indra merupakan kehilangan besar bagi dunia konservasi Indonesia.
“Gajah Indra bukan hanya satwa binaan, tetapi bagian dari sejarah panjang konservasi Gajah Sumatera di Way Kambas. Dedikasinya dalam berbagai kegiatan lapangan dan penanganan konflik satwa liar telah memberikan kontribusi nyata. Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian Gajah Indra selama hidupnya,” kata Zaidi dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Gajah Indra berasal dari Desa Karang Sari, Kabupaten Lampung Timur, dan mulai bergabung dengan Pusat Latihan Gajah (PLG) TNWK pada 1995.
Selama lebih dari tiga dekade, Indra dikenal sebagai gajah pekerja yang tangguh dan berani. Ia kerap dilibatkan dalam berbagai operasi penting, mulai dari patroli perlindungan kawasan, evakuasi gajah liar, hingga penanganan konflik antara manusia dan satwa liar di sejumlah wilayah di Lampung.
Karena dedikasinya tersebut, Indra menjadi salah satu gajah yang sangat dihormati oleh para mahout, dokter hewan, perawat satwa, hingga pegiat konservasi yang pernah bekerja bersamanya.
Namun, kondisi kesehatan Indra mulai menurun sejak mengalami kecelakaan pada akhir 2017. Saat itu, kendaraan yang mengangkutnya usai membantu penanganan konflik satwa di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan mengalami kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Indra diduga mengalami gangguan serius pada ruas tulang belakang atau suspect ruptur os vertebrae yang secara bertahap memengaruhi kemampuan gerak dan kondisi fisiknya.
Sejak saat itu, Indra dipensiunkan dari berbagai tugas lapangan. Tim dokter hewan dan perawat satwa TNWK terus memberikan perawatan intensif, terapi rutin, serta pemantauan kesehatan setiap hari guna menjaga kualitas hidupnya.
Meski demikian, kondisi fisiknya terus mengalami penurunan seiring bertambahnya usia.
Pada Minggu (21/6/2026) sore, Indra menjalani aktivitas rutin mandi di area rawa. Namun saat hendak diarahkan kembali menuju kandang, ia tiba-tiba ambruk di lereng rawa dan tidak mampu berdiri.
Mahout pendamping bersama tim penyelamat segera melakukan upaya darurat dengan bantuan beberapa gajah jinak lainnya. Indra sempat berhasil diposisikan duduk selama beberapa menit, tetapi kondisi fisiknya yang sangat lemah membuatnya kembali rebah.
Tim dokter hewan kemudian melakukan penanganan intensif langsung di lokasi kejadian karena kondisi medan rawa dan fisik satwa tidak memungkinkan untuk dievakuasi ke fasilitas medis utama.
Setelah lebih dari 20 jam menjalani penanganan dan upaya penyelamatan, Gajah Indra akhirnya dinyatakan mati.
Sebagai bagian dari prosedur medis, tim TNWK melakukan nekropsi atau bedah bangkai tiga jam setelah kematian. Proses tersebut dipimpin dokter hewan PLG TNWK drh Diah Esty Nggraeni bersama drh Atma dari Sumatran Rhino Sanctuary dan didukung tim kesehatan hewan Rumah Sakit Gajah TNWK.
Nekropsi turut disaksikan unsur Polres Lampung Timur, Kodim 0429/Lampung Timur, serta Polisi Kehutanan TNWK sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Sejumlah sampel organ telah diambil untuk dianalisis lebih lanjut guna mengetahui faktor klinis yang menjadi penyebab kematian satwa tersebut.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah Gajah Indra dimakamkan di lokasi khusus di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Balai TNWK menyatakan kepergian Gajah Indra menjadi pengingat pentingnya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa liar Indonesia, khususnya Gajah Sumatera yang saat ini berstatus terancam punah.
Melalui perlindungan habitat, mitigasi konflik satwa, peningkatan layanan kesehatan hewan, serta penguatan kesejahteraan gajah binaan, TNWK berkomitmen melanjutkan perjuangan konservasi yang selama ini turut diperjuangkan oleh Gajah Indra.
Redaksi: Sonny

3 hours ago
4

















































