Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Wahyu Pristiawan Buntoro mengungkapkan federasi telah membentuk tim pencari fakta (TPF) terkait penonaktifan pelatih kepala Hendra Basir, akibat dugaan tindakan pelecehan seksual kepada para atlet.
"Jadi sesuai surat keputusan (SK) organisasi, maka Hendra Basir diberhentikan sementara sampai dengan ada keputusan dari TPF yang telah dibentuk," kata dia saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.
Wahyu Pristiawan menjelaskan, sejak awal federasi berkomitmen untuk tidak menoleransi segala macam persoalan yang menyangkut kekerasan kepada perempuan, anak, dan pelecehan seksual, sehingga sanksi penonaktifan itu diberikan sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari TPF yang dibentuk oleh Ketua Umum FPTI Yenny Wahid.
Baca juga: FPTI tahan diri bidding tuan rumah World Climbing Series 2026
Lebih lanjut dia menjelaskan, sejatinya masa jabatan Hendra juga akan berakhir pada 28 Februari 2026, sehingga apapun hasil dari TPF, yang bersangkutan memang tidak akan lagi menjadi pelatih kepala untuk ke depannya.
Sebab, berdasarkan SK tim panjat tebing Indonesia yang terbaru, nama pelatih itu tidak lagi tercantum sebagai pelatih.
Pristiawan menyatakan, informasi penonaktifan ini muncul di media pada saat segala sesuatunya sudah dilakukan oleh FPTI, termasuk membentuk TPF.
Jadi sebelum itu, Ketua Umum FPTI dan tim juga sudah melakukan seleksi susunan pelatih untuk periode berikutnya.
"TPF juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terkait masalah ini, kalau untuk proses hukum di pihak berwenang (polisi) saya belum bisa berkomentar apakah sudah ada atau belum, karena ini juga kasus yang sensitif bagi korban yang merupakan atlet," ujar dia.
Sekum tersebut menambahkan, semua proses penyelidikan internal akan dilakukan secara objektif, walaupun yang bersangkutan sudah banyak berjasa secara prestasi bagi Indonesia. Meski begitu, dia memang menyesalkan dugaan kasus seperti itu bisa terjadi di internal FPTI.
Baca juga: Empat seri di China lengkapi kalender World Climbing Series 2026
Penonaktifan Hendra Basir sebagai kepala pelatih tim panjat tebing Indonesia merupakan buntut dari adanya laporan terkait dugaan pelecehan seksual, hingga kekerasan fisik yang menimpa sejumlah atlet.
Berdasarkan laporan dalam isi Surat Keputusan (SK) FPTI, disebutkan bahwa sebanyak delapan atlet melakukan pengaduan kepada Ketum Yenny Wahid.
Delapan atlet itu melaporkan bahwa mereka mendapatkan perlakuan tak menyenangkan berupa pelecehan seksual hingga kekerasan fisik.
Peristiwa itu terjadi pada 28 Januari 2026. FPTI pun merespons hal itu dengan mengeluarkan keputusan untuk menonaktifkan sementara Hendra Basir sebagai pelatih kepala.
Hal itu dilakukan demi menjamin perlindungan para atlet hingga menjaga objektivitas proses pemeriksaan.
Baca juga: Panjat tebing pasang target empat medali Asian Games 2026
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































