FK Unair-Soetomo kembangkan telekardiologi di Jayapura Papua

1 month ago 11

Surabaya (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan RSUD Dr Soetomo mengembangkan layanan telekardiologi di Kabupaten Jayapura, Papua, bersama mitra Australia guna meningkatkan deteksi dini penyakit jantung serta memperluas akses layanan spesialis bagi masyarakat terpencil.

"Penyakit terkait kardiovaskular di Jayapura masih menimbulkan risiko kematian yang tinggi, yang seringkali diperparah oleh keterlambatan deteksi dini," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Dr. Soetomo/FK Unair sekaligus inisiator program Makhyan Jibril A dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa.

Inisiatif bertajuk "Pengembangan Tele-Kardiologi untuk Skrining Penyakit Jantung di Kabupaten Jayapura, Papua" tersebut dirancang menjawab kendala geografis yang menghambat distribusi tenaga medis spesialis di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua.

Baca juga: Prabowo: Pasien jantung tak perlu lagi berobat ke luar negeri

"Melalui inovasi tele-kardiologi ini, kami meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas untuk dapat melakukan skrining awal menggunakan elektrokardiogram dan mengonsultasikan hasilnya secara real-time kepada kami para spesialis jantung yang ada di Kota Surabaya," ujar Makhyan Jibril.

Sebanyak 50 tenaga kesehatan dari 22 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan RSUD Yowari telah dilatih melalui enam sesi pelatihan kombinasi daring dan luring menggunakan sistem Tele-ECHO yang telah divalidasi University of Queensland.

Para tenaga kesehatan dibekali kemampuan mengoperasikan sistem tele-elektrokardiogram (tele-ECG) serta penanganan kondisi gawat darurat kardiak, sehingga memungkinkan konsultasi jarak jauh secara real-time dengan dokter spesialis di Surabaya.

Selain itu, program ini ditargetkan terintegrasi dengan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) guna menghimpun data risiko kardiovaskular berbasis populasi yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan kesehatan.

"Masyarakat kami di Papua seringkali harus menempuh perjalanan dengan kondisi geografis yang amat sulit dan panjang hanya untuk mencapai fasilitas rumah sakit rujukan," kata Kepala Bidang Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Adi Kurniawan.

Adi menyebut kolaborasi erat antara jajaran spesialis di RSUD Dr. Soetomo/FK Unair, University of Queensland, dan Dinas Kesehatan Jayapura ini berhasil menjembatani jurang kesenjangan tersebut.

Baca juga: Pemerintah RI-UEA bangun Rumah Sakit Jantung di Surakarta

Baca juga: PIKI: RI kekurangan dokter dan alat pemeriksaan untuk penyakit jantung

"Dengan kemampuan deteksi dini dan konsultasi jarak jauh, hambatan spasial dapat dipangkas. Penanganan triase kardiak bisa segera diputuskan langsung dari puskesmas kami. Ini adalah lompatan besar bagi pemerataan layanan spesialis di tanah Papua," katanya.

Keberhasilan implementasi teknologi ini turut didukung kesiapan infrastruktur digital, dimana 71 persen fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Jayapura memiliki koneksi internet kategori baik hingga sangat baik.

Penerimaan teknologi juga diperkuat melalui studi Technology Acceptance Model (TAM) yang dipublikasikan dalam Cardiovascular and Cardiometabolic Journal (CCJ), menunjukkan 86 persen tenaga kesehatan berkomitmen menggunakan sistem skrining tele-ECG secara rutin.

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |