Jakarta (ANTARA) - Ferrari dikabarkan menggandeng NASA untuk membantu mengelola akselerasi mobil listrik pertamanya yang dikenal sebagai Luce.
Dilaporkan Drive pada Minggu waktu setempat, langkah ini dilakukan demi memastikan pengalaman berkendara yang halus dan nyaman.
Meski akan menjadi salah satu model paling bertenaga dalam jajaran produknya, pabrikan asal Italia tersebut ingin Luce tetap mudah dikendarai dan ramah bagi pelanggannya.
Baca juga: Elettrica, mobil listrik pertama Ferrari dengan tenaga 1000bhp
CEO Ferrari, Benedetto Vigna, mengatakan bahwa akselerasi bisa menjadi terlalu berlebihan, sehingga berpotensi mengganggu otak.
Ia juga menjelaskan bahwa bagi Ferrari, yang terpenting adalah bagaimana performa tersebut dapat dirasakan oleh manusia, tidak sekadar angka dan teknologi semata.
Untuk itu, Ferrari juga berkonsultasi dengan pusat medis dan NASA untuk memahami tingkat akselerasi yang dapat mengganggu manusia.
Baca juga: Ferrari umumkan detail pertama mobil listrik perdananya
Meskipun akselerasi dan gaya gravitasi (g-force) telah disetel dengan cermat, Ferrari Luce tetap akan sangat cepat.
Pabrikan mengonfirmasi tenaga lebih dari 1000 tenaga kuda (735 kW) dalam mode boost, akselerasi 0–100 km/jam sekitar 2,5 detik, serta kecepatan puncak mencapai 310 km/jam.
Adapun detail tambahan akan diumumkan saat peluncuran resmi Luce, yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
Baca juga: Ferrari 849 Testarossa dilengkapi dengan tiga motor listrik
Baca juga: Mobil listrik pertama Ferrari akan diluncurkan pada Oktober 2025
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

















































