Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas pemanfaatan gas bumi domestik lewat pengoperasian kilang mini gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) pertama di Pulau Jawa, yang berlokasi di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur.
"Ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan juga berbagai kegiatan ekonomi lain," ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot dalam keterangan resminya, yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Untuk pertama kalinya di Pulau Jawa, gas produksi dalam negeri pun dicairkan menjadi LNG dalam skala mini, menghadirkan cara penyaluran yang jauh lebih fleksibel bagi industri dan sektor ketenagalistrikan.
Yuliot menyampaikan fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa dan diharapkan memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
"Ke depan, tidak tertutup kemungkinan pemanfaatan LNG melalui kilang mini ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia," ujar Yuliot.
Kilang mini LNG milik PT Liquid Nusantara Gas memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Gas bumi tersebut kemudian diolah menjadi LNG agar lebih praktis dan efisien untuk didistribusikan ke pembangkit listrik, kawasan industri, serta berbagai pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.
Proyek ini dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp247 miliar dan dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari, atau hampir 7.000 ton per tahun.
Ia berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi role model bagi para pelaku usaha di berbagai daerah dalam mengembangkan teknologi pemanfaatan potensi gas, khususnya di wilayah-wilayah penghasil gas bumi di Indonesia.
Dari sisi industri dalam negeri, proyek ini menonjol berkat tingkat kandungan komponen lokal yang tinggi.
"Dari pengembangan teknologi, mini LNG ini menggunakan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang cukup tinggi, sekitar 86 persen dari informasi yang kami terima," ucapnya.
Jika dibandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni sekitar 30-40 persen, capaian tersebut berada di atas ketentuan.
"Tentu ini merupakan bagian dari kolaborasi teknologi. Tadi, Mr Ambassador juga menyampaikan bahwa ini merupakan kolaborasi teknologi antara Indonesia dengan Galileo, perusahaan teknologi dari Argentina,” ucapnya.
Di lahan seluas satu hektare, PT Liquid Nusantara Gas kini mengoperasikan unit-unit modular cryobox.
Direktur Utama PT Liquid Nusantara Gas Wira Rahardja menyatakan bahwa saat ini ada tiga mesin cryobox dari Galileo Technologies dan akan ditambah menjadi lima.
"Teknologi ini kami pilih karena paling tepat untuk mini LNG. Selain mudah dipindahkan, proses instalasi dan pengoperasiannya juga relatif cepat. Ke depan akan ada lima cryobox, dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan,” ujar Wira.
Cryobox merupakan pemanfaatan teknologi nano LNG liquefaction, yakni kombinasi unik prinsip Joule-Thomson dengan loop refrigerant (propana) tertutup yang memungkinkan unit mulai memproduksi LNG dalam waktu sekitar lima menit dan mencapai kapasitas penuh dalam 10 menit.
Karakter modular dan cepat operasional itulah yang membuat instalasi cocok untuk lokasi industri atau pelabuhan kecil tanpa memerlukan infrastruktur tetap yang besar.
"Proyek ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia, memperluas pilihan bahan bakar bersih, dan mengembangkan infrastruktur modern di wilayah kepulauan," ujar Duta Besar Argentina untuk Indonesia Gustavo Ricardo Coppa.
Baca juga: BP dan Baker Hughes teken kontrak layanan untuk kilang LNG Tangguh
Baca juga: Tanzania dalami pengelolaan kilang LNG Indonesia di Sulteng
Baca juga: PGN terima kargo LNG domestik dari Kilang Tangguh Papua
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































