Jakarta (ANTARA) - Ekosistem sepak bola putri belia dalam turnamen tersebut terus berkembang dan menunjukkan potensi pembinaan jangka panjang, demikian disampaikan Community Development Milklife Soccer Challenge Welly Arisanto.
"Secara kualitas (sepak bola putri belia) itu ada perkembangan. Ya, terlihat di setiap serinya ada perkembangan," ujar Welly di Kingkong Soccer Arena, Jakarta, Minggu.,
Welly menjelaskan penilaiannya berdasarkan kemunculan juara-juara baru pada kelompok umur berbeda dalam Milklife Soccer Challenge Jakarta Raya seri 1 2026/2027.
Pada turnamen edisi tersebut, SDN Cipayung 2 menjadi juara baru pada kelompok umur U-12 Milklife Soccer Challenge Jakarta Raya seri 1 2026/2027.
"Ada yang Cipayung 2. Itu yang jadi juara baru. Itu menunjukkan ekosistem sepak bola putri belia semakin terbentuk. Kompetisinya juga semakin bagus," ujarnya.
Baca juga: Teddy: pemain internasional dapat dorong pengembangan sepak bola putri
Selain di Jakarta, Willy juga melihat perkembangan ekosistem sepak bola putri belia turut terjadi di beberapa kota tempat penyelenggaraan Milklife Soccer Challenge.
Dia berharap perkembangan ekosistem sepak bola putri belia dapat menjadi pembinaan berjenjang untuk memperkuat fondasi demi kemajuan persepakbolaan putri di dalam negeri.
MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 berlangsung pada 15 - 20 September 2026 di Kingkong Soccer Arena & Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur.
Turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife itu diikuti oleh 1.928 siswi SekolahDasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya.
Baca juga: PSSI dorong talenta putri U-17 tumbuh lewat ajang internasional
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































