Ekonomi kemarin, rencana PTA RI-Mercosur hingga akses aman Bromo

4 hours ago 12

Jakarta (ANTARA) - Terdapat berbagai peristiwa bidang ekonomi yang terjadi pada Minggu (9/8/2026) yang masih hangat dan relevan untuk disimak kembali pada Senin pagi ini.

Beberapa di antaranya adalah mulai dari rencana pembentukan Indonesia-Mercosur Preferential Trade Agreement (PTA), hingga destinasi wisata yang berada di sekitar Gunung Bromo masih aman dikunjungi wisatawan pasca terjadinya kebakaran lahan.

Berikut sajian rangkuman berita pilihan yang dapat disimak kembali hari ini.

Mendag: RI-Brasil pertimbangkan pembentukan PTA Indonesia-Mercosur

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pemerintah Indonesia dan Brasil mempertimbangkan pembentukan Indonesia-Mercosur Preferential Trade Agreement (PTA) sebagai langkah awal yang pragmatis dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Mercosur.

Selengkapnya di sini.

Menaker: Transformasi Balai K3 garda terdepan cegah kecelakaan kerja

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan transformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam pencegahan kecelakaan kerja.

Selengkapnya di sini.

Celios nilai program padat karya dorong ekonomi hingga ke desa

Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai program padat karya mampu mendorong pembukaan lapangan kerja dan perekonomian hingga ke tingkat desa.

Selengkapnya di sini.

Pemerintah terus perkuat KDMP gerakkan ekonomi desa

Pemerintah terus memperkuat Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa dan ditargetkan pada 16 Agustus 2026 sebanyak 30 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) selesai dibangun.

Selengkapnya di sini.

Destinasi wisata di sekitar Bromo masih aman dikunjungi wisatawan

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Heri Mulyadi mengatakan destinasi wisata yang berada di sekitar Gunung Bromo masih aman dikunjungi wisatawan.

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |