Jakarta (ANTARA) - Petinju veteran Argentina Edith Soleda Matthysse mencetak technical knockout (TKO) atas Samantha Worthington untuk merebut sabuk juara dunia kelas super ringan putri (63,5 kg) World Boxing Association (WBA) di Little Caesars Arena, Detroit, Amerika Serikat.
"Edith sekali lagi berada di puncak panggung dunia, menambahkan gelar WBA kelas 140 pon ke dalam rekam jejaknya yang sebelumnya sudah mencakup gelar kelas bulu," demikian laporan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Di usia 45 tahun, Edith Soledad Matthysse menampilkan performa yang mencerminkan kematangan seorang petarung berpengalaman.
Dia memperlihatkan kecerdasan membaca situasi di atas ring, pengaturan waktu yang presisi, serta ketenangan mental yang menjadi ciri khas petinju veteran kelas dunia. Faktor-faktor tersebut menjadi fondasi utama dominasinya sepanjang laga.
Sejak bel pembukaan berbunyi, Edith langsung menetralisir pergerakan Samantha dengan pendekatan disiplin dan terukur. Dia memanfaatkan kontrol jarak secara konsisten, menekan lawan tanpa terburu-buru, serta mendikte tempo yang membuat penantang asal Michigan itu kesulitan mengembangkan gaya bertinjunya sendiri.
Serangan yang stabil ke arah tubuh, dikombinasikan dengan pukulan balasan yang tajam, perlahan menggerus stamina dan kepercayaan diri Samantha. Sepanjang delapan ronde yang berlangsung ketat dan disiplin, Edith terus menambah tekanan, memaksa lawannya bekerja lebih keras tanpa mampu menemukan ritme yang efektif.
Baca juga: Sandy Ryan atasi Zamora untuk pertahankan sabuk juara dunia WBC
Akhir pertandingan terjadi saat jeda sebelum ronde kesembilan, ketika tim Samantha memutuskan untuk menghentikan laga. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan akumulasi pukulan yang diterima serta ketidakmampuan petarung mereka untuk merespons secara efektif terhadap dominasi berkelanjutan yang ditunjukkan Edith sepanjang pertarungan.
Kemenangan itu mengantarkan Edith naik status dari juara dunia sementara (interim) menjadi juara dunia penuh kelas super ringan WBA. Gelar tersebut menambah koleksi sabuk juara dunia yang sebelumnya telah ia raih, yakni gelar kelas bulu versi WBA pada 2013 dan versi World Boxing Council (WBC) pada 2025.
Selain itu, hasil itu memperkuat catatan rekor profesional Edith menjadi 20 kemenangan, 16 kekalahan, dan satu hasil seri. Capaian tersebut kembali menempatkannya di antara nama-nama elit tinju wanita dunia, sekaligus membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk bersaing dan meraih prestasi tertinggi.
Sementara itu, bagi Worthington, kekalahan ini menjadi kemunduran signifikan dalam perjalanan karirnya. Ia dipaksa melakukan evaluasi dan penyesuaian ulang setelah ditaklukkan oleh mantan juara dunia berpengalaman, sebuah pengingat bahwa pada level tertinggi tinju profesional, pengalaman, kecerdikan, dan ketenangan masih memegang peranan krusial.
Baca juga: Pacquiao bertekad nodai rekor tinju Mayweather pada laga ulang
Baca juga: Mayweather dan Pacquiao tarung ulang 19 September
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































