Dukung PSN, BSN dorong penyusunan HACCP untuk MBG

2 hours ago 2
Standardisasi tidak boleh hanya berhenti sebagai regulasi atau dokumen teknis, tetapi harus menjadi instrumen strategis yang mendukung pembangunan nasional...

Jakarta (ANTARA) - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendukung penuh Proyek Strategis Nasional (PSN), salah satunya melalui penyusunan konsep Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BSN Donny Purnomo Januardhi Effyandono usai dilantik oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Jakarta pada Senin. HACCP, menurutnya, mesti siap diterapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tanpa menambah beban pelaksanaannya.

"Standardisasi tidak boleh hanya berhenti sebagai regulasi atau dokumen teknis, tetapi harus menjadi instrumen strategis yang mendukung pembangunan nasional, memperkuat daya saing industri, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Donny.

Ia menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran BSN dalam mendukung PSN melalui standardisasi dan penilaian kesesuaian karena standardisasi harus hadir sebagai solusi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga: BGN: Seluruh SPPG harus miliki sertifikat HACCP terakreditasi KAN

Selain HACCP, BSN juga akan mempercepat penyelesaian regulasi terkait Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dari sektor hulu hingga hilir dan bioenergi, serta mendukung implementasi kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Donny juga menegaskan pentingnya penguatan landasan hukum standardisasi nasional melalui revisi Undang-Undang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, dinamika perdagangan global, dan kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.

"BSN juga akan memperkuat kapasitas organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih adaptif, responsif, dan berdampak," tuturnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran standardisasi dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan peningkatan daya saing nasional.

Sementara itu Mendiktisaintek Brian Yuliarto berharap BSN dapat mempererat kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, serta Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait guna membangun ekosistem inovasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Baca juga: Kemenperin fasilitasi HACCP IKM Pangan untuk dobrak pasar ekspor

Menurutnya, standar memiliki peran strategis sebagai fondasi yang menjembatani hasil riset dengan kebutuhan industri dan pasar. Standar juga menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kepercayaan terhadap produk maupun layanan yang dihasilkan.

"Standar adalah bahasa bersama yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan industri, menghubungkan inovasi dengan pasar, serta menghubungkan kualitas dengan kepercayaan," ujar Mendiktisaintek Brian.

Ia menegaskan standar yang dikembangkan harus mampu mendorong lahirnya produk-produk Indonesia yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi di pasar global. Dengan demikian hasil riset dan inovasi anak bangsa tidak berhenti sebagai karya ilmiah semata, tetapi dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan kepemimpinan baru ini BSN diharapkan semakin mampu mengoptimalkan peran standardisasi sebagai penggerak inovasi, penguat daya saing nasional, dan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Baca juga: Kemdiktisaintek dorong standardisasi wujudkan inovasi berkualitas

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |