Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat menyatakan pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Iran, dilakukan melalui pertimbangan yang komprehensif dan tidak hanya berfokus pada rencana evakuasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Dubes yang akrab disapa Roy itu, menanggapi keingintahuan publik mengenai langkah pemerintah dalam menjamin keselamatan WNI di tengah eskalasi situasi Iran.
“Saya tahu publik akan selalu loncat ke masalah evakuasi. Yang saya bilang tadi, bahwa semua itu harus dilakukan melalui sebuah proses. Ini bukan masalah cepat-cepatan. Cepat bukan berarti tepat,” katanya kepada ANTARA saat dihubungi melalui sambungan video di Jakarta, Senin.
Dubes Roy menekankan bahwa pemerintah melalui KBRI di Teheran terus melakukan komunikasi intensif dengan para WNI dan melakukan penilaian keamanan secara menyeluruh sebelum mengambil langkah strategis.
Pendekatan ini, katanya, penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat dan tidak justru menimbulkan risiko bagi keselamatan warga, karena situasi di Iran masih dinamis dan belum bisa dipastikan aman untuk semua jalur keluar dan masuk wilayah Iran.
Dubes RI untuk Iran itu menambahkan komunikasi di Iran masih bersifat terbatas, sehingga upaya untuk mengumpulkan WNI ke titik kumpul atau menentukan jalur yang akan diambil, akan membutuhkan pemetaan dan studi perbandingan dengan negara-negara lain.
“Bagaimanapun, jika kami mengambil kebijakan secara cepat tetapi tidak tepat, justru akan mengalahkan tujuan itu sendiri (it will beat the purpose). Belum tentu langkah yang kita anggap memberi keamanan benar-benar aman, bahkan bisa saja membahayakan keselamatan. Kita juga belum mengetahui jalur mana yang benar-benar aman,” ujarnya.
Dubes Roy menyampaikan bahwa kondisi di Teheran masih relatif kondusif dan layak huni. Kendati sisa-sisa asap akibat pengeboman masih dapat dirasakan. Roy menilai, aktivitas masyarakat secara umum masih berjalan seperti biasa.
Kondisi kota yang sedikit lengang, disebutnya, dipengaruhi oleh penetapan tujuh hari libur nasional menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Lebih lanjut, Roy menekankan bahwa perkembangan situasi di Iran akan berkaitan dengan langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah. Roy juga mengungkapkan dirinya terus berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Sugiono terkait pelindungan WNI.
“Tolong diyakini bahwa hal tersebut, seperti yang saya sampaikan tadi, merupakan hal yang sudah yang paling baik pada saat ini berdasarkan comprehensive assessment, pada saat ini, inilah yang terbaik untuk memberikan pelindungan kepada WNI yang ada di wilayah kerja kami,” tambahnya.
Baca juga: Tampung WNI di KBRI, Dubes pastikan seluruh WNI di Iran aman
Baca juga: KBRI Teheran minta WNI waspadai serangan AS-Israel
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































