Jakarta (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menekankan pentingnya kolaborasi Pakistan dan Indonesia di tingkat global, mengingat kedua negara mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia.
"Indonesia dan Pakistan bersama-sama mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia. Oleh karena itu, sangat penting bagi kedua negara untuk bekerja sama," kata Zahid, dalam konferensi pers, seusai pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan, kerja sama tidak hanya diperkuat secara bilateral, tetapi juga melalui berbagai forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), D-8, dan ASEAN.
Ia mengatakan Pakistan dan Indonesia merupakan dua negara sahabat yang memiliki ikatan historis kuat, bahkan telah terjalin sejak sebelum kemerdekaan masing-masing negara.
"Pakistan dan Indonesia adalah dua negara sahabat yang bersaudara. Secara historis, kita telah menjalin hubungan bilateral yang sangat baik. Saya sangat senang dapat mengatakan bahwa hubungan antara kedua bangsa kita sudah terjalin bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara," katanya.
Dalam pernyataannya, ia menyinggung peristiwa pada 1942 ketika prajurit Muslim datang untuk bergabung dengan rakyat Indonesia dalam perjuangan melawan penjajahan kolonial sebagai simbol solidaritas kedua bangsa.
“Pada tahun 1942, para prajurit Muslim datang dengan meninggalkan tugas, keluarga, dan harta benda mereka untuk bergabung dengan saudara-saudara mereka di Indonesia dalam perjuangan melawan penjajahan kolonial,” ujar Zahid.
Ia menjelaskan, kerja sama kedua negara selama ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan dan keamanan hingga kesehatan, pendidikan, perdagangan, investasi, dan kebudayaan.
Pakistan pun menyambut optimistis era baru hubungan bilateral dengan Indonesia.
"Kami menantikan era baru hubungan Pakistan–Indonesia," katanya.
Zahid menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan bulan lalu menjadi titik balik penting dalam memperkuat kemitraan kedua negara.
Dalam beberapa bulan terakhir, Menteri Pertahanan Indonesia tercatat telah dua kali berkunjung ke Pakistan, disusul kunjungan Menteri Investasi Indonesia sekaligus CEO Danantara.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Pakistan juga telah melakukan kunjungan ke Jakarta beberapa pekan lalu.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan ada sejumlah agenda pertemuan tingkat tinggi lainnya antara Pakistan dan Indonesia sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan strategis kedua negara.
Pewarta: Andi Firdaus, Fathur Rochman
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































