Dosen Unsam hadirkan sudut baca untuk anak penyintas bencana

2 hours ago 1
Pemulihan setelah banjir bukan hanya soal fisik, tetapi juga pemulihan rutinitas anak-anak, termasuk aktivitas belajar

Banda Aceh (ANTARA) - Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra (Unsam), Langsa, Provinsi Aceh, menghadirkan sudut baca portabel dan edukasi kit untuk anak penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) Tanggap Bencana Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unsam Mentari Darma Putri di Aceh Tamiang, Sabtu, mengatakan kehadiran sudut baca dan perangkat edukasi tersebut sebagai upaya pemulihan aktivitas belajar anak pascabencana.

"Kami menghadirkan sudut baca portabel dan edukasi kit kepada anak-anak penyintas bencana. Tujuannya membangkitkan semangat mereka untuk belajar," kata Mentari Darma Putri.

Ia mengatakan sudut baca portabel dan edukasi kit tersebut menyasar 35 anak penyintas bencana tingkat TK, SD, SMP di Kampung Seneubok Baro Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak melalui permainan edukatif serta dibagikan edukasi kit. Permainan edukatif tersebut untuk memulihkan motivasi belajar anak. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua jam pada Kamis (26/2) dan Jumat (27/2)," katanya.

Baca juga: Mendag: harga kebutuhan pokok pascabencana stabil jelang Idul Fitri

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, terlihat dari antusiasme peserta yang aktif mengikuti instruksi, menjawab pertanyaan, dan terlibat dalam permainan secara berkelompok.

Adapun paket edukasi kit yang dibagikan berisi alat tulis sekolah serta buku bacaan yang bervariasi dan sesuai usia. Buku-buku yang diberikan meliputi buku berbagai aktivitas, buku cerita, kisah nabi, dongeng, seri antariksa dan sains, paket survival tanggap bencana, buku mewarnai dan bacaan lainnya.

"Kami berharap anak-anak tetap punya semangat belajar, tidak kehilangan rasa ingin tahu, dan semakin termotivasi untuk membaca. Dengan dukungan sudut baca portabel serta edukasi kit ini, mereka punya bekal untuk kembali aktif belajar pascabencana banjir," katanya.

Mentari Darma Putri menjelaskan kegiatan edukasi tersebut dibiayai dana hibah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra, Langsa. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa.

Menurut dia, pemulihan setelah banjir bukan hanya soal fisik, tetapi juga pemulihan rutinitas anak-anak, termasuk aktivitas belajar. Oleh karena itu, pihaknya hadir dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak tidak merasa terbebani.

"Melalui kegiatan ini, kami menegaskan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam mendukung pemulihan pendidikan anak, agar mereka tetap memiliki ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna," kata Mentari Darma Putri.

Penjabat Datok Penghulu (kepala desa) Seuneubok Baro T Irzandi Mahriza mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus berlanjut, sehingga anak-anak terdampak bencana tetap bersemangat untuk belajar m

"Dukungan terhadap pendidikan anak pascabencana menjadi bagian penting agar proses tumbuh kembang dan pembelajaran tidak terputus. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik awal agar anak-anak terdorong menata kembali rutinitas belajar dan meningkatkan minat baca meskipun berada dalam situasi pemulihan," kata T Irzandi Mahriza.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |