Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular Andrew Jackson Yang menekankan pentingnya penanganan dini luka kaki pada pasien diabetes.
Dalam acara temu media di Jakarta pada Kamis, dr. Andrew Jackson Yang Sp. B Subs. BVE (K), MARS menyampaikan bahwa sebagai bagian tubuh yang paling sering menjadi penumpu, kaki lebih rawan terluka.
"Jadi sering terjadi trauma pada area kaki. Misalnya terpentok atau tersenggol, jadi terjadi lukanya di kaki lebih rawan dibandingkan dengan di tangan atau bagian tubuh lainnya," kata lulusan Universitas Indonesia itu.
Ia menjelaskan bahwa luka pada kaki penderita diabetes susah disembuhkan, antara lain karena kekurangan aliran darah ke jaringan atau organ akibat gangguan atau penyumbatan pada pembuluh darah.
Selain itu, kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan menyebabkan abnormalitas fungsi sel perbaikan jaringan dan disfungsi sistem kekebalan tubuh.
"Diabetes tidak hanya berkaitan dengan gula darah, tapi juga menyerang pembuluh darah. Luka pada kaki itu bukan masalah kulit semata, sehingga pemeriksaan aliran darah menjadi sangat penting," kata dr. Andrew.
Ia menyampaikan bahwa istilah kaki diabetes digunakan untuk berbagai macam komplikasi yang terjadi pada kaki penderita diabetes.
Komplikasi ini bisa muncul karena kadar gula yang tinggi dalam darah membuat luka pada kaki jadi sangat mudah terinfeksi.
Kalau infeksinya parah, maka prosedur amputasi kaki mungkin harus dijalankan untuk memutus infeksi.
Baca juga: Jaga gula darah terkontrol untuk cegah komplikasi diabetes
Dokter Andrew menyampaikan bahwa metode evaluasi vaskular dapat diterapkan untuk menentukan penanganan luka kaki penderita diabetes.
Menurut dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah itu, dokter akan melakukan observasi secara menyeluruh untuk menentukan tindakan yang perlu diambil untuk menangani kaki diabetes.
Pemeriksaan yang dilakukan bisa mencakup Angkle-Brachial Index (ABI), USG Doppler, CT Angiography, dan Angiography.
Baca juga: Dokter sarankan penderita diabetes rutin cek sela jari kaki
Menurut dr. Andrew, prosedur Angioplasty bisa diterapkan dalam penanganan komplikasi kaki penderita diabetes.
Prosedur itu ditujukan untuk membuka pembuluh darah yang menyempit serta memasang stent jika penyempitan cukup berat.
Dokter juga bisa melakukan Atherectomy, prosedur yang dilakukan menggunakan alat khusus untuk mengikis plak pada pembuluh darah.
Penanganan komplikasi kaki penderita diabetes ditujukan untuk menyelamatkan jaringan kaki dan menghindari amputasi mayor.
"Ada sebuah fun fact dari penelitian yang menyatakan bahwa kurang lebih 85 persen amputasi pada diabetes diawali dari luka kaki yang kecil dan evaluasi aliran darah dini dan revaskularisasi dapat mencegah banyak kejadian amputasi," kata dr. Andrew.
Baca juga: Waspada kaki diabetik jika luka kaki tidak kunjung sembuh
Baca juga: Studi: Jalan kaki dua menit setelah makan turunkan risiko diabetes
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































