Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Faisal Parlindungan, Sp.Pd menyarankan agar masyarakat memperhatikan asupan makanan saat lebaran, termasuk menerapkan diet seimbang agar nilai gizi bagi tubuh tetap terpenuhi.
“Saat Lebaran menu hidangan menjadi idaman bagi setiap orang. Namun terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian agar nilai gizi maupun diet seimbang dapat terpenuhi selama lebaran,” ujar dokter Faisal kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Dia menyarankan untuk menghindari memanaskan secara berulang makanan. Sebab proses tersebut menyebabkan penurunan nilai gizi dan makanan terutama pada produk sayur-sayuran, makanan berlemak seperti santan yang dipanaskan berulang bisa berubah menjadi zat berbahaya bagi tubuh.
Baca juga: Tips makan sehat saat Lebaran, kurangi santan
Menghidangkan makanan sesuai porsi gizi seimbang juga sebaiknya lakukan, hal ini dapat dilakukan dengan pedoman “isi piringku” yang telah disusun oleh Kementerian Kesehatan. Pedoman ini memiliki tujuan untuk mengampanyekan konsumsi makanan sehat dan seimbang.
Dia juga mengingatkan untuk mengonsumsi makanan berserat terlebih dahulu seperti buah dan sayur, hal ini untuk mencegah lonjakan gula darah.
Selain itu, aktif berolahraga juga sebaiknya diterapkan selama libur lebaran seperti jalan santai atau olahraga ringan lainnya minimal 30 menit sedari.
Baca juga: Rekomendasi diet sehat selama Ramadhan dan Lebaran
Lebaran yang juga identik dengan camilan manis seperti kue, camilan yang digoreng sebaiknya dibatasi atau dikurangi dan lebih memilih camilan yang lebih sehat.
“Konsumsi camilan yang lebih sehat, berupa camilan rendah gula dan tepung maupun tinggi kacang-kacangan atau buah,” pungkas dia.
Baca juga: Hindari daging dan gorengan setelah Lebaran supaya kolesterol terjaga
Baca juga: Tips kembalikan pola makan sehat usai Lebaran
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025