Dokter anak: Latih puasa si kecil lewat tantangan seru

3 days ago 6

Samarinda (ANTARA) - Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Kalimantan Timur, Wilda Haliza menekankan kepada orang tua tentang perlunya melatih anak berpuasa pada bulan suci Ramadan melalui metode tantangan yang seru agar mereka merasa bersemangat.

"Anak-anak cenderung menyukai tantangan, sehingga orang tua bisa membuat misi puasa selama satu bulan sebagai tantangan yang seru," kata dokter Wilda di Samarinda, Jumat.

Para orang tua dapat mulai mengenalkan suasana sahur sejak dini saat anak berusia tiga hingga empat tahun.

Ketika menginjak usia lima sampai enam tahun, anak sudah memiliki kontrol diri untuk mencoba puasa setengah hari. Selain sekadar menahan lapar, ibadah ini memiliki dampak psikologis jangka panjang seperti melatih regulasi emosi anak.

Baca juga: Mengajarkan puasa dalam bingkai kepentingan terbaik anak

Menurut dia, anak juga belajar menanamkan rasa syukur, kepedulian sosial, serta kedisiplinan melalui struktur waktu sahur hingga berbuka.

"Toleransi terhadap rasa tidak nyaman selama berpuasa akan membentuk daya juang dan mental anak di masa depan," kata Wilda.

Namun, orang tua harus selalu mewaspadai risiko hipoglikemia karena cadangan gula anak lebih sedikit daripada orang dewasa. Pemantauan status dehidrasi juga wajib dilakukan dengan mengecek frekuensi buang air kecil anak setiap enam jam sekali.

Dokter Wilda menyarankan penerapan pola minum dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dan dua gelas ketika sahur.

Baca juga: Rekomendasi camilan buat anak yang baru mulai puasa

Bagi anak dengan kondisi medis seperti diabetes tipe satu, puasa tetap diizinkan selama gula darah terkontrol ketat. Orang tua juga wajib mengomunikasikan kondisi medis tersebut kepada pihak sekolah agar anak tidak dipaksa berpuasa penuh.

"Berdasarkan penelitian medis yang ada, puasa terbukti tidak mengganggu fungsi kognitif maupun kemampuan belajar anak di sekolah," jelas Wilda.

Mengingat masalah utama saat Ramadhan adalah kurang tidur, anak harus tetap mendapatkan waktu istirahat sembilan hingga sebelas jam sehari.

"Pemberian hadiah kecil sangat diperbolehkan untuk memotivasi anak agar semangat belajar berpuasa di bulan suci ini," demikian Wilda.

Baca juga: Rekomendasi strategi memompa ASI saat berpuasa bagi ibu menyusui
Baca juga: Tips orang tua mengenalkan puasa Ramadan pada anak sesuai usia

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |