Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menghadirkan layanan perpustakaan umum yang berada di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) berbasis kebutuhan masyarakat sebagai salah satu upaya mewujudkan perpustakaan sebagai ruang inklusif.
"Kami ingin perpustakaan umum, termasuk yang berada di RPTRA, hadir secara sosial dengan koleksi yang relevan, program yang kontekstual, layanan yang inklusif, serta komunitas terlibat sebagai mitra," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono di Jakarta, Kamis.
Nasruddin dalam seminar bertema "Pengembangan Koleksi Tematik Berbasis Kebutuhan" menyampaikan, layanan berbasis kebutuhan warga menjadi fondasi kualitas layanan perpustakaan. Sebab, koleksi bukan sekadar daftar judul atau angka pengadaan melainkan cerminan keberpihakan perpustakaan.
"Jika koleksi disusun berbasis kebutuhan dan berbasis dampak, maka perpustakaan akan hadir sebagai ruang solusi. Perpustakaan umum harus menjadi katalis kemajuan masyarakat," kata Nasruddin yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Perpustakaan Umum Indonesia (FPUI).
Upaya ini dilakukan salah satunya dengan mengadakan seminar yang melibatkan pengurus RPTRA, pustakawan hingga pakar pengembangan perpustakaan.
Baca juga: Dispusip DKI jadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif bagi semua
Selain itu, Pemprov DKI melalui Dispusip dan FPUI berkomitmen untuk terus berinovasi serta bersinergi dengan Perpustakaan Nasional agar perpustakaan umum dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat sekaligus semakin kokoh sebagai pilar literasi bangsa.
Dia mengatakan, sinergi dengan Perpustakaan Nasional juga menjadi landasan penting agar langkah-langkah di daerah sejalan dengan kebijakan nasional. Adapun kebijakan ini tidak boleh berhenti di dokumen tetapi harus hadir sebagai praktek nyata di tingkat lokal.
"Ramadhan adalah momen untuk berefleksi dan perbaikan. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai titik tolak pembaruan layanan perpustakaan umum di seluruh Indonesia, perpustakaan yang adaptif, profesional, dan berdampak," kata dia.
Sementara itu, hasil pengukuran Dispusip DKI Jakarta bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan indeks budaya literasi warga Jakarta mencapai 78,76 atau meningkat 6,67 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini ditopang oleh lonjakan kunjungan perpustakaan yang mencapai 58,55 persen, naik signifikan dari 44,7 persen pada 2024 serta aktivitas membaca masyarakat yang tercatat tinggi, yakni 82,49 persen.
Adapun Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat DKI Jakarta pada 2025 mencapai skor 73,26 dan berada pada kategori sedang. Nilai TKM ini menunjukkan kualitas proses membaca masyarakat yang semakin baik, seiring penerapan metode pengukuran baru yang menitikberatkan pada kemampuan memahami dan merefleksikan informasi.
Baca juga: Pengunjung perpustakaan Jakarta sepanjang 2025 capai 699 ribu orang
Sementara itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) DKI Jakarta kembali mempertahankan kategori tinggi dengan skor 95,03.
Berkaca pada hal ini, Pemprov DKI akan terus memperkuat kebijakan literasi berbasis data serta memperluas kolaborasi lintas sektor.
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































