Jakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Pusat (Jakpus) menggelar program Spectaxcular Ngabuburit Pengisian SPT Tahunan melalui Coretax untuk mendampingi wajib pajak dalam melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.
"Program ini sebagai upaya memberikan pendampingan langsung kepada wajib pajak dalam melaporkan SPT Tahunan," kata Kepala Kanwil DJP Jakarta Pusat, Kindy Rinaldy Syahrir di Jakarta, Senin.
Program ini menjadi bagian dari strategi pelayanan proaktif DJP pada masa transisi penggunaan Coretax sebagai sistem administrasi perpajakan yang baru.
Rinaldy menjelaskan, kegiatan tersebut dikemas melalui layanan Pojok Pajak dan pendampingan langsung di berbagai institusi strategis, baik instansi pemerintah maupun sektor korporasi.
Selain itu, langkah ini dilakukan guna memastikan wajib pajak dapat memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar, mudah, dan tepat waktu, khususnya untuk pelaporan SPT Tahunan Tahun Pajak 2025.
Baca juga: DJP catat 2,9 juta wajib pajak lapor SPT lewat Coretax per 18 Februari
Salah satu kegiatan pendampingan dilaksanakan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh pegawai aparatur sipil negara (ASN) serta personel TNI di lingkungan Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan asistensi mulai dari aktivasi akun Coretax, pembuatan kode otorisasi elektronik, hingga tata cara pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi secara daring.
Selain di instansi pemerintah, Kanwil DJP Jakarta Pusat juga menyelenggarakan layanan pojok pajak pada sejumlah perusahaan nasional, salah satunya di Kompas Gramedia.
"Melalui kegiatan ini, pegawai perusahaan memperoleh pendampingan teknis terkait pengisian data perpajakan dan penyampaian SPT Tahunan melalui Coretax," jelas Rinaldy.
Baca juga: DJP: Wajib pajak lapor SPT capai 1,82 juta per 9 Februari
Selain itu, Rinaldy menegaskan, kepatuhan pajak memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
Dia menyebutkan bahwa penerimaan negara hingga kini masih didominasi oleh sektor perpajakan, sehingga pelaporan SPT melalui Coretax menjadi bagian krusial dalam mendukung proses bisnis penerimaan negara.
"DJP terus menghadirkan layanan yang memudahkan wajib pajak agar dapat melaksanakan kewajiban dengan baik. Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan mereka memahami dan mampu menggunakan Coretax secara optimal," jelas Rinaldy.
Melalui program Spectaxcular Ngabuburit, kata Rinaldy, DJP tidak hanya menyediakan layanan administratif, tetapi juga membangun pendekatan kolaboratif berbasis kebutuhan wajib pajak.
Rinaldy berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kepatuhan pelaporan SPT Tahunan, mempercepat adaptasi terhadap Coretax, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem administrasi perpajakan yang modern, transparan dan terintegrasi.
Baca juga: Masuk Februari, pelaporan SPT Tahunan capai 1,15 juta
Program ini sekaligus menegaskan komitmen DJP untuk terus hadir mendampingi wajib pajak melalui semangat pelayanan #KamiDampingiSampaiBerhasil, sebagai bagian dari kontribusi bersama dalam menjaga penerimaan negara dan mendukung pembangunan nasional.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































