Dislipidemia jadi temuan terbanyak CKG di Jakarta Pusat

1 week ago 9

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat mengungkapkan bahwa temuan yang paling banyak sejak awal Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah tersebut, yaitu dislipidemia dengan 76,96 persen.

"Jumlah sasaran CKG di Jakarta Pusat sebanyak 1 juta lebih," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Rismasari di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, dari jumlah tersebut yang telah mengikuti CKG di sejumlah Puskesmas di Jakarta Pusat mencapai 472.828 orang sehingga capaian CKG di Jakarta Pusat, yaitu 44.03 persen dan di atas target 36 persen.

Dari hasil pemeriksaan (skrining), yang paling banyak ditemukan, yaitu dislipidemia (kondisi yang terjadi ketika lipid di dalam darah terlalu tinggi atau terlalu rendah). Lipid merupakan lemak yang terdiri dari kolesterol dan trigliserida sebanyak 76,96 persen.

"Hasil skrining yang paling banyak ditemukan, yaitu dislipidemia 76,96 persen," ujarnya.

Baca juga: Tiga universitas swasta di Jakarta buka pendidikan dokter spesialis

Baca juga: 270 ribu peserta PBI BPJS di Jakarta tetap dilayani

Selain itu, terdapat 12.164 peserta yang melakukan skrining hipertensi (HT) dan diabetes mellitus (DM). Untuk rerata usia yang mengikuti CKG lebih dari 40 tahun.

Di Jakarta Pusat (Jakpus), CKG sudah melayani semua umur, namun rerata yang memanfaatkan program tersebut adalah mereka yang telah dewasa.

Risma mengatakan, CKG di Puskesmas ini bisa dinikmati semua golongan usia, mulai dari nol tahun hingga lansia melalui aplikasi "Satu Sehat".

Untuk bayi baru lahir dan balita, pemeriksaan kesehatan yang diberikan antara lain berupa skrining hipotiroid, lingkar kepala dan berat badan serta talasemia.

"Untuk pasien dewasa dan lansia layanan yang diberikan antara lain berupa berat dan tinggi badan, tensi darah, lingkar perut dan gula darah," katanya.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |