Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pemanfaatan beras untuk jamaah haji Indonesia yang dikirim ke Arab Saudi, bersumber dari panen terbaru petani di dalam negeri.
"Beras yang kami kirim ke Arab Saudi merupakan beras super premium, pecahan di bawah 5 persen, kadar air rendah, dan diproses dari hasil panen terbaru," kata Rizal dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Rizal menghadiri pertemuan strategis di Annex Building Kantor Urusan Haji Indonesia, Jeddah, bersama Kementerian Haji dan Umrah RI serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited, dalam rangka penguatan sinergi layanan jamaah haji 1447 H/2026 M.
Baca juga: Bulog jajaki pembangunan gudang di Kampung Haji Arab Saudi
Rizal menyampaikan pertemuan itu membahas optimalisasi layanan konsumsi jamaah, termasuk pemanfaatan beras premium produksi dalam negeri sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan dan kebanggaan nasional.
Ia menegaskan kebijakan itu merupakan bagian dari mandat nasional untuk memastikan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan mutu konsumsi jamaah haji Indonesia.
“Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan dengan stok beras tertinggi sepanjang sejarah. Ini bukan sekadar soal harga, tetapi soal harga diri bangsa,” ujar Rizal.
Lebih lanjut Rizal menekankan penggunaan beras dalam negeri bertujuan menjaga kesehatan dan daya tahan jamaah Indonesia, mengingat selera konsumsi yang lebih sesuai dengan karakter pangan nasional.
“Jamaah kita terbiasa mengonsumsi nasi pulen khas Indonesia. Dengan menghadirkan beras nasional, diharapkan asupan gizi dan stamina jamaah selama menjalankan ibadah Haji dapat terjaga dengan lebih baik,” tambahnya.
Baca juga: Dirut Bulog komitmen jaga kedaulatan dan swasembada pangan
Melalui kerja sama ini, tambah Rizal, Bulog, Kementerian Haji, dan BPKH Limited menargetkan peningkatan kualitas layanan konsumsi jamaah, pemanfaatan produk pangan nasional, serta penguatan citra Indonesia di tingkat internasional, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Bulog menargetkan pengiriman awal sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi pada minggu ketiga Februari 2026, sesuai dengan permintaan yang telah disepakati.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Jaenal Effendi menyampaikan kerja sama lintas sektor itu merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan haji, termasuk optimalisasi fasilitas komersial di hotel-hotel jamaah di Makkah serta penguatan ekosistem ekonomi haji.
“Kami mendorong sinergi dengan Bulog dan BPKH Limited untuk memastikan kualitas layanan konsumsi, tata kelola hotel, serta optimalisasi nilai ekonomi yang tetap berorientasi pada kenyamanan jamaah,” kata Jaenal.
Baca juga: Dirut Bulog sebut kelola sembilan bahan pokok ketika jadi badan otonom
Baca juga: Mentan minta Menkeu tambah anggaran bagi Bulog untuk sewa gudang
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































