Jakarta (ANTARA) - Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital Teguh Arifiyadi mengapresiasi peluncuran satu buku terkait pelindungan data pribadi (PDP) secara digital.
"Saya mengapresiasi Mika yang menulis buku ini," katanya dalam peluncuran buku "Pelindungan Data Pribadi dalam Perspektif Hukum Nasional dan Global" karya Mika Isac Kriyasa, Partner Dentons HPRP, di Jakarta, Rabu.
"Pada era di mana semua orang bisa mengetahui dari Chat GPT. Karena menulis itu cara kita mengabadikan pengetahuan dan pengalaman. Tapi, Chat GPT hanya bisa tampilkan pengetahuan, tidak bisa tampilkan pengalaman yang belum ditulis," ujar Teguh dalam keterangannya.
Menurut Teguh, bagi publik yang baru mempelajari PDP, pengalaman empirik penulis bisa memberikan fondasi penting bagaimana memahami PDP dengan cara yang sederhana.
"Isi buku ini menggambarkan karakter dasar bagaimana memahami sebuah Undang-Undang dari multiperspektif regulasi. Buku ini juga menggambarkan filosofi dasar bagaimana kita belajar PDP (pelindungan data pribadi) yang luas dan dalam sekali," kata Teguh.
Mika yang dibantu Andre Rahadian (pengawas), dan Maharani Athina Nelwan serta Cattelya Nabila Mediarman (pemeriksa), mengatakan dirinya berusaha agar istilah-istilah rumit PDP di buku ini bisa mudah dipahami oleh orang-orang yang belum pernah membaca atau mempelajarinya.
"Sebagai pengacara hingga partner Dentons HPRP, kami punya pengalaman praktik yang banyak dan diwajibkan menulis. Ini bisa dijadikan masukan untuk klien, tapi juga berkontribusi buat bangsa dan negara RI, serta sektor di mana kami melakukan kegiatan," ujarnya.
"Ini merupakan kontribusi awal kami, untuk memperlihatkan keberadaan kami di industri hukum Indonesia, pemahaman kami mengenai Undang-Undang di Indonesia berlaku dan bagaimana dilaksanakan," ucap Andre Rahadian menimpali.
Sementara Satriyo Wibowo, IAPP Expert - Asia Advisory Board member dari Indonesia Cyber Law Community menambahkan buku ini bermanfaat sebagai pengetahuan dasar PDP.
"Historinya, konstekstualnya, didesain berdasarkan GDPR dan menjelaskan perbedaannya. Saya suka sekali dengan bagian analogi yang tersaji di buku ini. Karena analogi jadi jembatan orang awam membaca kontekstual hukum," tuturnya.
Adapun buku "Pelindungan Data Pribadi dalam Perspektif Hukum Nasional dan Global" ini telah tersedia dalam cetak terbatas dan juga dalam bentuk elektronik (e-book) yang dapat diunduh secara gratis.
Pewarta: Tasrief Tarmizi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































