Jakarta (ANTARA) - Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta Yevhenia Shynkarenko menyatakan Ukraina menginginkan perdamaian segera terwujud di tengah perang dengan Rusia.
Dalam wawancara usai pembukaan pameran foto "Four Years of Resilience" untuk memperingati empat tahun invasi Rusia, Senin (23/2), ia mengatakan Presiden AS Donald Trump telah melakukan berbagai upaya untuk mengakhiri perang, meski kini fokus pada konflik di Timur Tengah.
"Dengan dukungan Amerika Serikat, kami telah melakukan beberapa putaran negosiasi, tetapi pesan kami adalah bahwa bukan Ukraina yang perlu didorong untuk berdamai," kata Shynkarenko.
Ia menegaskan rakyat dan pemerintah Ukraina telah menunjukkan komitmen untuk mencapai perdamaian.
"Satu-satunya negara yang perlu didorong untuk itu, bukan hanya oleh Amerika Serikat tetapi juga oleh seluruh masyarakat internasional, adalah Rusia," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya menuju perdamaian.
"Kami secara teratur berhubungan dengan mitra Ukraina dan Amerika kami dan memberikan dukungan sebisa mungkin," katanya, seraya menegaskan pihaknya mengikuti pembicaraan dengan saksama.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menyatakan bahwa Rusia tidak akan memenangkan perang tersebut.
Ia mengatakan bahwa pada 2025, hampir setengah juta pemuda Rusia tewas dan perolehan teritorial kurang dari 1 persen wilayah Ukraina.
Jermey mendorong komunitas internasional menunjukkan solidaritas terhadap Ukraina dan menegakkan tatanan berbasis aturan internasional.
Baca juga: Ukraina apresiasi sikap Indonesia di PBB
Baca juga: Dubes: Uni Eropa dukung upaya damai Ukraina sesuai Piagam PBB
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































