Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat standar keamanan dan kualitas gizi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kegiatan pelatihan intensif bagi para pelatih tingkat regional.
"Ketika kita berbicara tentang MBG di sekolah, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang investasi kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi masa depan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Jumat.
Baca juga: SPPG klarifikasi soal unggahan viral MBG kelapa Muara Badak
Langkah yang berkesinambungan ini diselenggarakan secara sinergis bersama Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi dengan UNICEF demi mempercepat perbaikan status gizi masyarakat secara menyeluruh.
Menurut Jaya, keberhasilan program strategis nasional tersebut tidak hanya diukur berdasarkan ketersediaan porsi makanan rutin, tetapi sangat bergantung pada pengelolaan keamanan pangan harian yang amat ketat.
"Sebab, menu makanan sarat gizi yang tidak dikelola dengan prinsip kebersihan prima justru berpotensi memunculkan berbagai risiko gangguan kesehatan baru bagi anak-anak sekolah," tegasnya.
Pada sisi lain, sajian pangan harian yang sekadar terjamin aman, namun jauh dari standar kebutuhan nutrisi dipastikan gagal mengoptimalkan fase penting tumbuh kembang peserta didik.
Menyikapi hal tersebut, seluruh peserta pelatihan lintas sektor ditargetkan mampu bertransformasi menjadi agen pelatih yang cakap mengawasi mutu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kerja masing-masing.
Karakteristik geografis khas Pulau Kalimantan yang luas mengharuskan setiap pelatih cerdas mencari solusi dalam mengadaptasikan standar kelayakan nasional ke tengah kondisi infrastruktur daerah terpencil.
Baca juga: Kadinkes Kaltim minta evaluasi dapur SPPG pascakeracunan siswa di PPU
Baca juga: BGN percepat langkah pencapaian target pembangunan 372 SPPG di Kaltim
Bersamaan dengan urusan penyediaan makanan bernutrisi, program edukasi gizi juga dinilai fundamental agar anak usia sekolah memiliki literasi kuat tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
Kolaborasi antarlembaga mulai dari dinas pendidikan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga kantor kementerian agama dirancang khusus untuk memastikan tidak ada celah penurunan mutu layanan program.
"Berbekal konsolidasi tenaga pelatih bersertifikat ini, kami meyakini peta jalan strategis dalam menciptakan generasi unggul berdaya saing global untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 semakin kokoh terbangun," kata Jaya.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































