Dietisien sarankan konsumsi makanan manis porsi kecil saat berbuka

2 days ago 4

Jakarta (ANTARA) - Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Luthfianti Diana Mauludiyah SGz, RD mengingatkan bahwa sebaiknya masyarakat mengonsumsi satu porsi kecil makanan manis saat berbuka.

"Jika ingin konsumsi manis, cukup satu porsi kecil saat buka. Tidak perlu tambahan manis lagi saat sahur," kata Fiana saat dihubungi Antara dari Jakarta, Jumat.

Ia juga mengingatkan demi kesehatan, menjaga frekuensi juga penting dan aman bagi tubuh. Setidaknya sesekali, bukan setiap hari dalam porsi besar.

Ia menjelaskan bahwa tubuh memang membutuhkan asupan gula usai berpuasa, untuk menambah energi.

Baca juga: Dokter gizi sarankan batas asupan gula pada anak saat puasa

Baca juga: Rekomendasi menu sehat untuk buka puasa bagi Anda yang sedang diet

"Setelah puasa 12–14 jam, kadar glukosa darah menurun, tubuh butuh sumber energi cepat," tambah dia.

Ia menjelaskan bahwa gula sederhana dapat dengan cepat meningkatkan glukosa darah.

"Tapi masalahnya jika lonjakan gula darah cepat mengakibatkan insulin meningkat sehingga gula darah bisa turun lagi dengan cepat yang mengakibatkan cepat lapar, ngantuk, atau lemas," ujarnya pula.

World Health Organization (WHO), lanjutnya, merekomendasikan gula tambahan kurang dari 10 persen dari total energi harian, lebih baik lagi jika kurang dari 5 persen total energi.

Baca juga: Dietisien bagikan cara agar tidak ada masalah pencernaan saat berpuasa

Ia menjelaskan takaran kebutuhan gula untuk orang dewasa dengan kebutuhan kurang lebih adalah 2000 kkal yakni 10 persen atau setara dengan 50 gram gula/hari serta 5 persen sama setara dengan kurang lebih 25 gram gula/hari.

Sementara itu, di Indonesia, Kemenkes menganjurkan batas praktis kurang lebih 50 gram gula/hari (kurang lebih empat sendok makan).

"Pilih manis alami (buah utuh) dibanding sirup, es buah dengan gula tambahan, teh manis pekat, atau kolak dengan santan dan gula tinggi," tutupnya.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis 19 Februari 2026, usai diputuskan melalui Sidang Isbat.

Penetapan tersebut menandai dimulainya ibadah puasa bagi umat Muslim di Indonesia.

Baca juga: Kekurangan asupan serat saat puasa bisa memicu masalah pencernaan

Baca juga: Ahli gizi bagikan kiat penuhi kebutuhan serat selama berpuasa

Baca juga: Diet pembatasan kalori bantu otak dan usus batasi asupan makanan

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |