Demokrat AS: Putusan Mahkamah Agung soal tarif Trump "kemenangan"

1 day ago 2

Washington (ANTARA) - Para pemimpin Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/2) memuji keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan kebijakan tarif darurat menyeluruh yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump sebagai "kemenangan."

"Keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan Tarif Trump yang merugikan adalah kemenangan besar bagi rakyat Amerika. Dan kekalahan telak lainnya bagi orang yang berlagak seperti Raja itu," demikian disampaikan oleh Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries di platform media sosial X setelah keputusan tersebut dirilis.

Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer menyebut keputusan itu sebagai "kemenangan bagi dompet setiap konsumen Amerika."

"Pajak tarif ilegal Trump baru saja runtuh. Dia mencoba memerintah dengan dekret dan membebankan tagihannya kepada keluarga-keluarga," tulis Schumer di X. "Cukup sudah kekacauan ini. Akhiri perang dagang."

Dalam pernyataan terpisah, Schumer mengatakan bahwa "pajak tarif Trump yang kacau dan ilegal membuat (biaya) hidup lebih mahal dan ekonomi kita lebih tidak stabil. Keluarga-keluarga membayar lebih banyak. Usaha kecil dan petani tertekan. Pasar berfluktuasi secara liar."

Mahkamah Agung AS pada Jumat memutuskan bahwa kebijakan tarif menyeluruh yang diberlakukan pemerintahan Trump di bawah undang-undang yang dimaksudkan untuk digunakan dalam keadaan darurat nasional bersifat ilegal. Dalam putusan dengan suara enam banding tiga, Mahkamah Agung menyatakan bahwa kebijakan tarif di bawah Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA) tidak konstitusional, sehingga secara resmi membatalkan tarif global yang diperkenalkan Trump sejak April.

Para hakim memutuskan bahwa presiden tidak memiliki kewenangan berdasarkan IEEPA untuk mengenakan tarif impor terhadap barang-barang dari hampir seluruh mitra dagang AS, dan pemungutan suara tersebut menegaskan bahwa hak untuk mengenakan pajak dipegang oleh Kongres, bukan presiden.

Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |