Demak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mencatat terdapat tiga lokasi tanggul jebol di sepanjang aliran Sungai Tuntang, sehingga mengakibatkan sejumlah desa terdampak banjir, Jumat.
"Desa yang terdampak banjir akibat tanggul jebol tersebut, yakni Desa Trimulyo dan Sidoharjo (Kecamatan Guntur). Tentunya debit yang semakin meningkat juga akan meluas dampaknya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak Suprapto, di Demak, Jumat.
Ia mengatakan, lokasi tanggul jebol, yakni dua lokasi jebol di Desa Trimulyo dan satu lokasi tanggul jebol di Desa Sidoharjo yang keduanya merupakan aliran Sungai Tuntang.
Sebelum mengalami jebol, kata dia, BPBD Demak bersama para relawan dan warga sudah melakukan langkah antisipasi pada Jumat (3/4) pagi dengan melakukan peninggian tanggul menggunakan karung plastik yang diisi bahan galian.
Baca juga: 12 desa di Kabupaten Grobogan alami banjir
Selain itu, warga sekitar lokasi aliran Sungai Tuntang juga diminta untuk waspada, menyusul debit airnya terus meningkat.
"Hingga akhirnya, di Desa Trimulyo terjadi jebolan di dua lokasi tanggul pada pukul 10.00 WIB. Sedangkan pukul 12.00 WIB tanggul jebol juga terjadi di Sidoharjo," ujarnya.
Akibat peristiwa tersebut, kata dia, warga desa setempat langsung dievakuasi sementara di balai desa setempat yang aman dari banjir.
BPBD Demak juga menerjunkan empat tim untuk membantu evakuasi warga desa yang terdampak banjir.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena tanggul Sungai Tuntang itu menjadi kewenangannya," ujarnya.
Tanggul Sungai Tuntang mengalami jebol bukan kali pertama, karena pada 16 Februari 2026 juga mengalami jebol di di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Akibat jebolan tersebut merusak Jalan Kebonagung-Gubug atau akses dari Grobogan-Semarang, sehingga tidak bisa dilalui karena jalurnya terputus.
Baca juga: Perjalanan KA jalur Utara terganggu akibat banjir di Grobogan
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































